Orientasi Keberagaman, Modal Sosial dan Prasangka terhadap Kelompok Agama Lain pada Mahasiswa Muslim

Abstrak: Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menganalisis  keterkaitan  modal  sosial  terhadap  prasangka  pada kelompok  agama  lain  ditinjau  dari  modal  sosial  dan  orientasi  keberagamaan  pada  mahasiswa muslim.  Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  metode  kuantitatif.  Alat  ukur dikembangkan dengan adaptasi atas beberapa alat ukur yang telah ada sebelumnya. Pengukuran orientasi  keberagamaan  menggunakan  adaptasi  Religious  Orientation  Scale  edisi  revisi  yang dikembangkan  Gorsuch  dan  McPherson  (1989).  alat  ukur  prasangka  terhadap  kelompok  lain dikembangkan berdasarkan indikator yang disampaikan Lin (2005), yaitu indikator negatif sebagai indikator favorable dan indikator positif sebagai indikator yang unfavorable. Sedangkan pengukuran modal sosial didasarkan pada alat ukur modal sosial yang dikembangkan Van Der Gaag & Sneijders (2004). Hasil analisis data menunjukkan ada perbedaan level prasangka terhadap penganut agama lain  berdasarkan  orientasi  keberagamaan  yang  dimiliki  oleh  responden.  Hal  ini  ditunjukkan  oleh analisis kovarian yang menghasilkan nilai F = 8,219 dengan p = 0,006 (p<0,01). Responden dengan orientasi  keberagamaan  ekstrinsik  cenderung  memiliki  level  prasangka  yang  lebih  tinggi dibandingkan responden dengan orientasi keberagamaan intrinsik.
Kata kunci:  Orientasi keberagamaan, prasangka, modal sosial.
Penulis: Susilo Wibisono
Kode Jurnal: jppsikologisosialdd120023

Artikel Terkait :