Model Sikap terhadap Penegakan Khilafah-Syariah di Indonesia
Abstrak: Kelompok-kelompok yang
mengatasnamakan Islam menginginkan
sebuah pemerintahan yang berlandaskan sistem Islam untuk
menegakkan khilafah-syariah. Beberapa dari mereka juga dikenal karena beberapa
tindakan kekerasan, mulai
dari bentuk terorisme
atau intoleransi politik,
dan sebagian besar dari mereka mendapatkan dukungan dari mainstream
orang-orang muslim. Sebagai kritik terhadap teori justifikasi sistem, artikel
ini menggambarkan model kebutuhan psikologis (yaitu kebutuhan atas menolak
ketidakpastian dan kebutuhan untuk mengelola ancaman), ideologi Islam (yaitu salafi
dan Daulah Islam)
dan identifikasi kelompok
yang mempengaruhi sikap
politik (persaingan dengan status
quo dan perubahan
dari demokrasi ke
sistem khilafah). Dengan menggunakan SEM,
tujuan penelitian ini
adalah untuk menguji
model pengikut yang merepresentasikan sebuah
upaya awal untuk
menggambarkan dan mengevaluasi
dampak dari berbagai dimensi
kebutuhan psikologis dan ideologi Islam. Analisis data dari 384 anggota dari
tiga kelompok Islamis dari JAT (Jamaah Anshoru Tauhid), MMI (Majelis Mujahidin
Indonesia) dan HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) yang berpartisipasi dalam studi
ini memastikan kesesuaian model yang diusulkan dengan data penelitian.
Kata Kunci:
Kebutuhan menolak ketidakpastian, kebutuhan
untuk mengelola ancaman, ideologi salafi, ideologi daulah
islam, identifikasi kelompok, sikap politik
Penulis: Tutut Chusniyah
Kode Jurnal: jppsikologisosialdd120006