PENETAPAN KADAR SENYAWA METAMPIRON DAN DIAZEPAM DALAM SEDIAAN KOMBINASI OBAT MENGGUNAKAN METODE KLT VIDEO DENSITOMETRI
ABSTRAK: Sediaan farmasi yang
beredar di perdagangan seringkali berbentuk kombinasi campuran berbagai zat
berkhasiat, seperti metampiron dan diazepam. Meningkatnya produksi obat-obat
ini perlu diimbangi dengan peningkatan pengawasan mutu, agar obat yang beredar
tersebut dapat dijamin keamanan dan khasiatnya. Oleh sebab itu diperlukanmetode
analisis yang akurat, jika memungkinkan sederhana dan murah, untukmenganalisis
kandungan sediaan kombinasi metampiron dan diazepam tersebut. Salahsatu metode
analisis yang murah dan sederhana adalah KLT video densitometri. Tujuan dari
penelitian ini untuk memvalidasi metode KLT video densitometri dalam penetapankadar
sediaan kombinasi tablet metampiron dan diazepam. Pengujian pemisahanmenggunakan
plat KLT GF254, plat ditotol senyawa aktif dan dikembangkanmenggunakan fase
gerak metanol:n-butanol (1:5, V/V) dengan penambahan ammonia sebanyak 3 tetes.
Visualisasi, perekaman bercak dan analisis kromatogrammenggunakan seperangkat
alat video densitometri. Hasil pengujian uji kesesuaiansistem diperoleh nilai
Rf metampiron dan diazepam berturut-turut adalah 0,3 dan 0,8.Pembuatan sampel
simulasi dilakukan dengan memvariasikan kadar metampiron dan diazepam.
Nilai-nilai parameter dari validasi metode analisis yang dikembangkan yaituuntuk
metampiron dengan rentang 90-115 bpj diperoleh nilai koefisien korelasi (r)=0,998;
BD dan BK=1,755 dan 5,849 bpj; % recovery 100,203; 99,392 dan 100,649%,RSD
(interday) 100%=1,031%. Sedangkan nilai parameter untuk diazepam denganrentang
80–105 bpj, diperoleh nilai koefisien korelasi (r)=0,998; BD dan BK=2,102 bpj dan
7,006 bpj; % recovery 100,261; 99,622; dan 100,409%, RSD (interday)100%=1,517%.
Diperoleh hasil penetapan kadar yaitu metampiron dan diazepam berturut-turut
adalah sebesar 100,358 dan 100,918%. Nilai-nilai parameter validasitersebut
memenuhi syarat yang telah ditetapkan sehingga metode KLT video densitometri
layak digunakan untuk penetapan kadar metampiron dan diazepam.
Kata kunci: diazepam, KLT
video densitometri, metampiron, penetapan kadar, validasi metode
Penulis: Fauzan Zein Muttaqin,
Anne Yuliantini, Astri Fitriawati, Aiyi Asnawi
Kode Jurnal: jpfarmasidd160677

Artikel Terkait :
Jp Farmasi dd 2016
- HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PENGELOLA OBAT TERHADAP PENGELOLAAN OBAT DI PUSKESMAS
- BERAPA KEBUTUHAN DIAZEPAM UNTUK MEMENUHI PELAYANAN KESEHATAN DI INDONESIA? STUDI KASUS KONSUMSI DIAZEPAM DI INDONESIA
- PERBANDINGAN PILL BOX DAN MEDICATION CHART DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN DAN OUTCOME KLINIK GERIATRI KOTA BATAM
- EVALUASI PELAKSANAAN E-PURCHASING OBAT PADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA DI JAWA TENGAH TAHUN 2015
- IS INTERPROFESSIONAL PRACTICE (IPP) FOCUSED ON MEDICATION SAFETY FEASIBLE IN INDONESIA? A QUALITATIVE STUDY
- IDENTIFIKASI INFEKSI MULTIDRUG-RESISTANT ORGANISMS (MDRO) PADA PASIEN YANG DIRAWAT DI BANGSAL NEONATAL INTENSIVE CARE UNIT (NICU) RUMAH SAKIT
- FAKTOR PASIEN YANG MEMPENGARUHI RESPONGLIKEMIK PENGGUNAAN MONOTERAPI METFORMIN PADA DIABETES MELITUS TIPE 2
- ANALISIS MANAJEMEN PENYIMPANAN OBAT DI PUSKESMAS SE-KOTA BANJARBARU
- MODEL TEMAN APOTEKER: ALTERNATIF MODEL INTERVENSI APOTEKER BAGI PASIEN TUBERKULOSIS
- PENGARUH PENGETAHUAN TERHADAP KUALITAS HIDUP DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT SEBAGAI VARIABEL ANTARA PADA PASIEN DM
- PERSEPSI APOTEKER DAN PASIEN TERHADAP PENERAPAN SISTEM PEMBAYARAN JKN PADA APOTEK
- ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERSEDIAAN OBAT DI ERA JKN PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
- PENGARUH EDUKASI CBIA (CARA BELAJAR IBU AKTIF) TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN OBAT COMMON COLD DI DESA
- ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2
- IDENTIFIKASI INFEKSI MULTIDRUG-RESISTANT ORGANISMS (MDRO) PADA PASIEN YANG DIRAWATDI BANGSAL PEDIATRIC INTENSIVE CARE UNIT (PICU)
- EVALUASI KESESUAIAN ANTIBIOTIK DEFINITIF TERHADAP CLINICAL OUTCOME PADA PASIEN ANAK DENGAN MENINGITIS BAKTERIAL DI BANGSAL RAWAT INAP RUMAS SAKIT UMUM PUSAT
- UJI PENGARUH PEMBERIAN DOMPERIDON TERHADAP KEJADIAN FLATUS PADA JAMA’AH UMRAH
- PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP TAHAP KEPUTUSAN DOKTER MEMILIH VAKSIN HEPATITIS B UNTUK ORANG DEWASA DI RUMAH SAKIT
- PERESEPAN OBAT TIDAK TEPAT DAN ADVERSE DRUG EVENTS PADA PASIEN GERIATRI RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM
- STRATEGI PENGEMBANGAN INSTALASI FARMASI BERBASIS EVALUASI AKREDITASI MANAJEMEN PENGGUNAAN OBAT (MPO) RUMAH SAKIT
- ANALISIS BIAYA PENYAKIT STROKE PERDARAHAN DI RUMAH SAKIT
- GAMBARAN POLA PENGGUNAAN ANTIPSIKOTIK PADA PASEN SKIZOFRENIA DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA
- EVALUASI PHARMACY SUPPORT SYSTEM DALAM IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS PADA PASIEN KARDIOVASKULAR
- EVALUASI PHARMACY SUPPORT SYSTEM DALAM IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS PADA PASIEN GERIATRIK RAWAT JALAN
- PEMANTAUAN OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN DI INDONESIA: TANTANGAN DAN PENGEMBANGANNYA