Optimasi Komposisi Emulgator dalam Formulasi Krim Fraksi Etil Asetat Ekstrak Kulit Batang Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk)


Abstrak: Ekstrak kulit nangka (A. heterophyllus) dapat menghambat aktivitas enzim tirosinase. Ekstrak tersebut diformulasikan sebagai krim pemutih. Formulasi krim perlu pengemulsi untuk menghasilkansifat fsik dan stabilitas yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi optimumcampuran asam stearat dan trietanolamina sebagai pengemulsi dalam ekstrak kulit buah nangka denganmetode desain faktorial. Fraksi ekstrak kulit nangka diformulasikan dalam krim. Komposisi asamstearat dan trietanolamina adalah F1 (5:0,4), Fa (2,5:0,4), Fb (5:0,2) dan Fab (2,5:0,2). Sifat fsik krim(penyebaran, viskositas dan pergeseran viskositas) dievaluasi. Data dianalisis dengan menggunakanDesign Expert untuk mendapatkan komposisi optimum bahan pengemulsi. Hasil penelitian menunjukkanbahwa krim ekstrak kulit buah nangka dengan variasi asam stearat dan trietanolamina memiliki nilai viskositas: 30628-37227 cps; kemampuan daya sebar berkisar 5,20-6,80 cm dan pergeseran viskositas antara 8,34-9,95%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah formula dengan komposisi campuran pengemulsi asam stearat 3,22 gram dan trietanolamina 0,3 gram memiliki sifat fsik optimum.
Kata kunci: nangka, krim, optimasi, asam stearat, trietanolamina
Penulis: ALDILA DINA, SUWIDJIYO PRAMONO, NINING SUGIHARTINI
Kode Jurnal: jpfarmasidd170197

Artikel Terkait :