PIJAT OKSITOSIN PADA IBU POSTPARTUM PRIMIPARA TERHADAP PRODUKSI ASI DAN KADAR HORMON OKSITOSIN
Abstrak: Produksi ASI yang
kurang akan mengganggu proses menyusui, yang menjadi salah satu factor penyebab
ibu tidak menyusui secara eksklusif. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI dan kadar hormon
oksitosin ibu post partum. Desain pada penelitian inimenggunakan desain quasi
eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu post partum primipara masa
laktasi 4–11 hari di wilayah kerja Puskesmas bendo. Sebanyak 16 responden dalam
penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan
kelompok pembanding. Teknik pengambilan ampel menggunakan Probability Sampling
tipe Simple Random Sampling. Terdapat variabel independen (pijat oksitosin) dan
variabel dependen (produksi ASI dan kadar hormon oksitosin). Pengumpulan datadilakukan
dengan menggunakan wawancara dan lembar observasi kemudian dianalisis dengan
menggunakan uji Mann-Whitney test didapatkan nilai U sebesar 8.000dengan
p-value = 0.003 p-value tersebutdibandingkan = 0.05
maka p-value<, sehingga disimpulkan bahwa H0 ditolak atau ada perbedaan produksi
ASI dan kadar hormon oksitosin antara kelompok kontroldengan kelompok
perlakuan. Pijat oksitosin tersebut direkomendasikan kepada perawat untuk
mengaplikasikan selain perawatan payudara untuk meningkatkan produksi ASI ibu
post partum yang memiliki produksi ASI kurang.
Kata Kunci: pijat oksitosin,
produksi ASI, Kadar oksitosin dan postpartum
Penulis: Nove Lestari
Kode Jurnal: jpkebidanandd170209