UJI SEROLOGI IGA KARAKTER KNF EBNA1+VCA P-18 PADA PENDERITA KELUHAN KRONIS KEPALA LEHER
Abstrak: Karsinoma nasofaring
(KNF) terutama tipe WHO III berkorelasi hampir 100%dengan infeksi Epstein Barr
Virus (EBV). Hal ini ditunjukkan dengan tingginya respons antibodi IgGdan IgA
terhadap viral capsid antigen (VCA), early antigen (EA) EBV serta antibodi
Epstein BarrNuclear Antigen (EBNA). Kenaikan antibodi IgA dengan karakter KNF
dapat terjadi 2-10 tahun sebelumterjadinya tumor. Hal ini terjadi sebagai
akibat adanya reaktivasi infeksi EBV. Tujuan: Mengetahui kadarIgA karakter KNF
(EBNA1+VCA p-18) pada penderita dengan gejala kronis di daerah kepala dan
leherdan mengetahui apakah kadar IgA dapat digunakan sebagai tanda awal
terjadinya KNF. Metode: Suatukajian analitik observasional terhadap 218
penderita dengan gejala kronis di daerah kepala dan leher.Penelitian ini
dilakukan Juli 2006 sampai dengan September 2010. Pemeriksaan serologi IgA
(EBNA1+VCA-p18)dilakukan denganteknik ELISA.Hasil:Terdapat90penderita
laki-lakidan128
penderitaperempuan.HasiltesserologiIgAELISAdengankadartinggiditemukanpada28laki-laki(31,1%)dan45perempuan
(35,2%). Kadar IgA cenderung meningkat pada peningkatan usia. Gejala kronis
yangterbanyak dikeluhkan penderita adalah rinitis kronis, yaitu sebanyak 34
penderita (15,6%), diikuti denganobstruksi hidung sebanyak 17 penderita (7,8%).
Pemeriksaan klinis lebih lanjut dari penderita yangmempunyai kadar IgA tinggi
menunjukkan bahwa 3 penderita (4,1%) positif terkena kanker nasofaringstadium
awal. __ Lebih dari 33% penderita dengan gejala kronis di daerah kepala dan
lehermemiliki kadar IgA karakter KNF yang tinggi. Kadar IgA karakter KNF yang
tinggi dapat digunakansebagai penanda awal kejadian KNF.
Kata kunci: uji serologi
KNF,EBNA1, VCA p-18, gejala KNF
Penulis: Camelia Herdini,
Susanna Hutajulu, Sagung Rai Indrasari, Bambang Hariwiyanto, Jajah Fachiro, Sofia
Mubarika, Jaap Middeldorp
Kode Jurnal: jpkedokterandd110299