Uji Diagnostik Working Memory Rating Scale (WMRS) versi Bahasa Indonesia dan Proporsi Anak Sekolah Dasar dengan Kesulitan Belajar GDQ'HÀVLWWorking Memorydi Jakarta
Abstrak: Kesulitan belajar
merupakan masalah tersering ditemukan pada anak dan remaja. Penelitian terakhir
menunjukkan hubungan antara kesulitan belajar dan defisit working memory, namun
sampai saat ini penentuan defisit working memorymasih sulit dilakukan.
Tujuan.Mendapatkan alat ukur working memoryyang sahih dan andal bagi guru
di sekolah dasar dalam Bahasa Indonesia. Di samping itu, penelitian kami juga
bermaksud mengidentifikasi besar proporsi anak dengan kesulitan belajar dan
defisit working memorydi Jakarta.
Metode.Penelitian uji diagnostik dan potong lintang; (1) uji diagnostik
working memory rating scale (WMRS) versi Bahasa Indonesia. Sembilanpuluh
sembilan anak dari 5 sekolah dasar yang dipilih secara acak proporsional; (2)
Studi potong lintang untuk mendapatkan proporsi anak dengan kesulitan belajar yang
disertai dan tanpa disertai defisit working memorydi wilayah Jakarta.
Empatratus duapuluh tiga anak dari 27 sekolah dasar di Jakarta yang dipilih
secara acak proporsional.
Hasil.Titik potong WMRS versi Bahasa Indonesia pada kelompok usia 6–9
tahun, T score> 60 adalah 20 danT score>70 adalah 30 (sensitivitas 0,161
dan spesifisitas 0,674). Pada kelompok usia 10–12 tahun, T score>60 adalah
29 dan T score>70 adalah 42 (sensitivitas 0,186 dan spesifisitas 0,929). Dari
423 anak usia sekolah dasar dengan usia rerata 9,34 (1,78) yang diikutsertakan,
didapat 104 (24,6%) anak yang mengalami kesulitan belajar. Usia rerata anak
dengan kesulitan belajar 9,58 (1,76). Proporsi anak sekolah dasar yang
mengalami kesulitan belajar murni dengan defisit workingmemory 8,04% dengan
usia rerata 9,82 (1,79).
Kesimpulan.Working memory rating scale(WMRS) versi Bahasa Indonesia
spesifik dalam menilai defisit working memorypada anak sekolah dasar dengan
kesulitan belajar. Proporsi kesulitan belajar pada anak sekolah dasar dan
defisit working memorycukup besar dan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian
agar kualitas anak dapat ditingkatkan
Kata Kunci: kesulitan belajar;
working memory
Penulis: Tjhin Wiguna,
Noorhana Setyawati WR, Fransiska Kaligis
Kode Jurnal: jpkedokterandd120348