Profil Lipodistrofi dan Dislipidemia pada Pasien Prepubertas dengan HIV yang Mendapat Terapi ARV di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo
Abstrak: Terapi antiretroviral
(ARV) kombinasi telah berhasil menurunkan angka morbiditas dan mortalitas
pasien HIV, tetapi menimbulkan efek samping jangka panjang berupa sindrom
lipodistrofi.
Tujuan. Mengidentifikasi adanya lipodistrofi dan dislipidemia pada pasien
prepubertas dengan HIV yang mendapatkan terapi ARV jangka panjang.
Metode. Penelitian potong lintang dilakukan pada 76 pasien HIV usia
prepubertas di Poli Alergi Imunologi RSCM. Pemeriksaan klinis lipodistrofi
dilakukan oleh tenaga klinis, tebal lipatan kulit (TLK) triceps dan
subscapular, lingkar pinggang serta rasio lingkar pinggang-panggul. Data kadar
CD4 awal, status gizi awal terdiagnosis, jenis terapi ARV, dan lama terapi ARV
didapatkan dari rekam medis. Subyek juga dilakukan analisis diet, pemeriksaan
profil lipid, dan gula darah puasa.
Hasil. Subyek prepubertas dengan HIV yang mendapatkan terapi ARV yang
mengalami lipodistrofi dan dislipidemia berturut-turut 47% dan 46%. Subyek
lipodistrofi berupa lipohipertrofi 35%, lipoatrofi 5%, dan tipe campuran 7%.
Mayoritas subyek lipodistrofi memiliki massa lemak tubuh, serta TLK triceps dan
subscapular normal. Subyek lipohipertrofi dan tipe campuran seluruhnya memiliki
rasio lingkar pinggang-panggul meningkat. Terdapat hubungan yang bermakna
antara penggunaan regimen ARV 2NRTI + PI meningkatkan risiko 6,9 kali untuk
terjadinya dislipidemia (p=0,001 IK95%: 2,03-23,7) dibandingkan regimen 2NRTI+
NNRTI.
Kesimpulan. Prevalensi lipodistrofi dan dislipidemia cukup tinggi pada
pasien prepubertas dengan HIV yang mendapatkan terapi ARV. Mayoritas subyek
yang mengalami lipodistrofi memiliki massa lemak tubuh, TLK triceps dan
subscapular yang normal.
Kata Kunci: antiretroviral;
dislipidemia; lipodistrofi; prepubertas
Penulis: Yessi Yuniarti,
Aryono Hendarto, Nia Kurniati, Djajadiman Gatot, Pramita Gayatri, Mulya Rahma
Karyanti
Kode Jurnal: jpkedokterandd160694