Profil Kematian Neonatus di RSUD dr. Soetomo
Abstrak: Upaya menurunkan
angka kematian neonatus belum optimal sesuai dengan yang ditargetkan MDG’s
2015, yaitu menurunkan angka kematian neonatus menjadi 23/1000 kelahiran hidup.
Tujuan. Mengetahui profil kematian neonatus berdasarkan faktor maternal,
faktor neonatal, sosio-demografi, keadaan klinis neonatus lahir hidup, usia ≤ 7
hari, sampai 28 hari serta mengetahui penyebab kematian neonatus dini dan
neonatus lanjut.
Metode. Penelitian deskriptif dilakukan di ruang Intensif Instalasi Rawat
Darurat, Gedung Bedah Pusat Terpadu dan ruang Intermediate Neonatal SMF Ilmu
Kesehatan Anak RSUD dr. Soetomo. Penelitian dimulai 1 September 2014 sampai 28
Februari 2015. Pengumpulan data menggunakan Lembar Pengumpul Data Perinasia
Pusat, setiap neonatus yang dirawat kemudian meninggal dimasukkan kematian
neonatus dini maupun lanjut, dicatat keadaan klinis, serta faktor risiko dari
ibu dan neonatus.
Hasil. Dari 807 kelahiran neonatus didapatkan 101 (12,5%) kematian
neonatus terdiri dari 63 (7,8%) kematian neonatus dini dan 38 (4,7%) kematian
neonatus lanjut. Kematian neonatus dini dan lanjut ditemukan paling banyak pada
neonatus BBL ≥2500 g (34,9% dan 50%) , laki-laki (61,9% dan 71,1%), tunggal
(95,2% dan 199%) dan sesuai masa kehamilan (79,4% dan 84,2%) serta usia ibu
20-25 tahun (82,5% dan 71,1%). Sesak (95,2% dan 86,8%) dan sepsis (66,7% dan
63,2%) merupakan keadaaan klinis neonatus pada usia ≤ 7 hari sementara keadaan
klinis kematian neonatus lanjut sampai usia 28 hari terutama sesak (100%),
sepsis (84,2%), dan pneumonia (52,6%).
Kesimpulan. Profil penyebab kematian neonatus yang sering ditemukan
adalah sepsis, prematuritas, asfiksia, dan kelainan bawaan.
Kata Kunci: faktor risiko;
kematian neonatal
Penulis: Shanty Djajakusli,
Agus Harianto, Risa Etika, Martono TU
Kode Jurnal: jpkedokterandd170634