Prevalensi Seropositif Antibodi Anti-rubela pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta: Upaya untuk Menurunkan Angka Kejadian Sindrom Rubela Kongenital
Abstrak: Infeksi rubela pada
ibu hamil dapat mengakibatkan komplikasi yang serius pada janin. Maka remaja
perempuan sebagai calon ibu harus telah mempunyai kadar antibodi anti-rubela
yang tinggi.
Tujuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prevalensi seropositif
terhadap antibodi anti-rubela pada remaja perempuan sebagai upaya untuk
menurunkan angka kejadian sindrom rubela kongenital.
Metode. Penelitian deskriptif potong lintang, dilakukan terhadap 97 orang
mahasiswi tingkat I dan II Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, yang
dipilih secara konsekutif pada bulan Mei-Juni 2007.
Hasil. Usia rerata subjek 18,9 tahun (SD=1,0). Imunisasi MMR didapatkan
pada 19 dari 97 subjek penelitian (19,6%). Angka seropositif terhadap antibodi
anti-rubela 71 subjek (73,2%) rerata kadar antibody anti-rubela 159,7 UI/ml (SD
= 107,4). Proporsi seropositif antibodi anti-rubela yang diperoleh melalui imunisasi
MMR 19 dari 71 subjek (26,8%) nilai rerata kadar antibodi anti-rubela 148,9
UI/ml (SD = 86,4). Proporsi seropositif antibodi anti-rubela yang diperoleh
melalui infeksi alamiah 52 dari 71 subjek (73,2%) rerata kadar antibodi
anti-rubela 163,6 UI/ml (SD = 114,7).
Kesimpulan. Prevalensi seropositif antibodi anti-rubela 73,2%. Imunitas
yang ditimbulkan dengan pemberian imunisasi MMR sama dengan imunitas yang
diperoleh dari infeksi alamiah.
Kata Kunci: rubela; sindrom
rubela kongenital; prevalensi antibodi anti-rubela
Penulis: Elsye Souvriyanti,
Sri Rezeki S Hadinegoro, I Budiman
Kode Jurnal: jpkedokterandd070032