Prevalensi dan Faktor Risiko Enuresis pada A nak Taman Kanak-Kanak di Kotamadya Denpasar
Abstrak: Enuresis masih sering
merupakan masalah bagi anak dan keluarganya. Prevalensi enuresis bervariasi,
dan terdapat berbagai faktor yang berperan. Deteksi dini sangat penting
sehingga dampak enuresis terhadap perkembangan anak dapat dicegah.
Tujuan. Mengetahui prevalensi dan faktor-faktor yang berhubungan dengan
enuresis.
Metode. Penelitian potong lintang, data dikumpulkan dari kuesioner yang
diisi oleh orang tua/wali anak pada 7 sekolah TK di Denpasar, dari bulan
Januari sampai Februari 2008.
Hasil. Prevalensi enuresis pada anak sebesar 36 (10,9%) terdiri dari 15
(41,3%) laki-laki dan 21 (58,7%) perempuan. Riwayat ayah mengalami enuresis OR:
5,3 (95%CI: 1,21-23,1; p=0,004), riwayat saudara mengalami enuresis OR: 23,3
(95%CI: 10,1-53,9; p=0,000), lari ke toilet jika akan berkemih OR: 2,5 (95%CI:
1,2-5,2; p=0,011), jumlah berkemih ≤ 7 kali/hari OR: 0,3 (95%CI: 0,2-0,7;
p=0,007), dan tidur yang dalam OR: 8,53 (95%CI: 3,4-21,2; p=0,000) merupakan
variabel yang berbeda bermakna antar kelompok penelitian.
Kesimpulan. Prevalensi enuresis pada anak TK di Denpasar 10,9%. Riwayat
ayah dan saudara yang mengalami enuresis, lari ke toilet jika berkemih, dan
tidur yang dalam, merupakan faktor risiko terjadinya enuresis pada anak
sedangkan jumlah berkemih ≤7 kali/hari merupakan faktor preventif terjadinya
enuresis.
Kata Kunci: enuresis,
prevalensi; faktor-faktor risiko; Taman Kanak-Kanak
Penulis: I Gusti Ayu Trisna
Windiani, Soetjiningsih
Kode Jurnal: jpkedokterandd080128