Prevalensi dan Faktor-Faktor Risiko Gangguan Pemusatan Perhatian Anak dan Hiperaktivitas di Klinik Tumbuh Kembang RSUP Sanglah Denpasar
Abstrak: Gangguan pemusatan
perhatian dan hiperaktivitas (GPPH) merupakan gangguan tingkah laku yang paling
banyak terjadi pada anak. Angka prevalensi GPPH cukup bervariasi dan terdapat
berbagai faktor risiko yang berperan. Deteksi dini sangat diperlukan untuk
menegakkan diagnosis sehingga dapat dilakukan intervensi lebih dini.
Tujuan. Mengetahui prevalensi, karakteristik demografi dan klinis, serta
faktor-faktor risiko GPPH Metode. Penelitian bersifat retrospektif dari catatan
medik pasien dengan keluhan mengalami masalah tingkah laku, datang ke klinik
Tumbuh Kembang RSUP Sanglah periode 2005-2006.
Hasil. Seratus sebelas memenuhi kriteria inklusi, prevalensi GPPH 51
(45,9%) yang terdiri dari 43 (38,7%) laki-laki dan 8 (7,2%) perempuan. Jumlah
GPPH tipe kombinasi (A1+A2) 39 (76,5%), GPPH tipe A1 7 (13,7%), dan GPPH tipe
A2 5 (9,8%). Anak pertama (PR: 2,88, 95%CI: 1,33-6,24, p=0,007), tidak mempunyai
saudara (PR: 2,69, 95%CI: 1,19-6,09, p=0,015) dan ibu tamat Sekolah Lanjutan
Tingkat Atas (SLTA) dan sarjana (p=0,02) berperan pada GPPH. Jenis kelamin
(p=0,004), umur (p=0,021), dan berat badan (p=0,007) berbeda bermakna antara
berbagai tipe GPPH.
Kesimpulan. Faktor urutan kelahiran, jumlah saudara dan pendidikan ibu
berperan pada GPPH. Jenis kelamin, umur, dan berat badan berbeda bermakna pada
ketiga tipe GPPH
Kata Kunci: gangguan pemusatan
perhatian dan hiperaktivitas; faktor risiko
Penulis: SAK Indriyani, Soetjiningsih
Soetjiningsih, IGA Endah Ardjana, IGA Trisna Windiani
Kode Jurnal: jpkedokterandd080182