PENINGKATAN FUNCTIONAL ORAL INTAKE SCALE DAN KUALITAS HIDUP PADA MIASTENIA GRAVIS PASCA REHABILITASI MENELAN


ABSTRACT: Miastenia gravis (MG) merupakan penyakit autoimun yang mengganggu transmisineuromuskular karena berkurangnya reseptor asetilkolin di tautan saraf otot sehingga dapat menyebabkandisfagia orofaring. Disfagia pada MG dapat menyebabkan aspirasi yang meningkatkan morbiditas,mortalitas, dan menurunnya kualitas hidup.
Tujuan: Menganalisis perbaikan disfagia orofaring padapasien MG dengan melihat peningkatan functional oral intake scale (FOIS) pada pemeriksaan fiberopticendoscopic evaluation of swallowing (FEES) dan untuk mengetahui perbaikan kualitas hidup denganmenggunakan swallowing quality of life (SWAL-QoL) pasca program rehabilitasi menelan.
Metode:Penelitian ini merupakan quasi experimental open label pre and post-test design dan data dianalisisdengan menggunakan uji Wilcoxon. Penelitian berlangsung di Poliklinik Ilmu Kesehatan Telinga HidungTenggorok Bedah Kepala Leher Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung sejak Januari − April 2013 pada10 subjek penelitian. Diagnosis dibuat berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, penilaian FOIS denganmelihat konsistensi makanan yang aman ditelan berdasarkan temuan pemeriksaan FEES sebelum dansesudah mengikuti program rehabilitasi menelan selama 6 minggu dan penilaian kualitas hidup dengankuesioner SWAL-QoL.
Hasil: Didapatkan perbedaan bermakna (p=0,002) pada hasil FOIS dan perbedaanbermakna pada seluruh domain kuesioner SWAL-QoL setelah program rehabilitasi menelan (p<0,05).
Kesimpulan: Terdapat peningkatan FOIS sebagai perbaikan disfagia orofaring, serta peningkatan kualitashidup pada pasien MG sesudah program rehabilitasi menelan.
Kata kunci: Disfagia, miastenia gravis (MG), functional oral intake scale (FOIS), fiberoptic endoscopicevaluation of swallowing (FEES), kualitas hidup
Penulis: Erlina Julianti, Teti Madiadipoera, Ratna Anggraeni, Bambang Purwanto, Sinta Sari Ratunanda
Kode Jurnal: jpkedokterandd160730

Artikel Terkait :