Pengukuran Cadangan Fungsi Ginjal Menggunakan Asupan Protein Hewani dan Protein Nabati pada Remaja Sehat Usia 13-18 Tahun di Panti Asuhan Bamadita Rahman, Lubang Buaya, Jakarta Timur
Abstrak: Cadangan fungsi
ginjal (CFG) adalah salah satu cara mengevaluasi fungsi ginjal yang lebih
akurat dibandingkan laju filtrasi glomerulus. Protein hewani sering digunakan
sebagai pemicu ginjal pada uji coba CFG, sedangkan protein nabati kurang mampu
memicu kerja ginjal.
Tujuan. Membandingkan nilai CFG protein hewani dan nabati pada remaja
sehat usia 13-18 tahun.
Metode. Penelitian uji silang setelah pemberian terhadap 20 remaja sehat
usia 13-18 tahun di Panti Asuhan Bamadita Rahman, Lubang Buaya, Jakarta Timur
pada bulan mulai Februari-Maret 2007. Subjek akan mengkonsumsi protein hewani
dan protein nabati dan kemudian masing-masing kelompok secara silang
mengkonsumsi protein nabati dan hewani. Setelah mendapatkan asupan protein akan
dipantau selama 4 jam disertai pengambilan darah pada jam ke-2, jam ke-3, dan
jam ke-4.
Hasil. Rerata CFG sangat berbeda antara kelompok dengan asupan protein
hewani dengan nabati (minus vs 12,48%), namun perubahan nilai CFG nabati tidak
bermakna (uji Friedman). Asupan protein nabati pada remaja putra lebih memicu
kerja ginjal dibandingkan protein hewani (33,18 ml/menit/1,73m2 versus 21,2%)
dan diperoleh perbedaan bermakna (p<0,01) nilai CFG antara remaja putra dan
putri. Penelitian ini membuktikan asupan protein nabati mampu memicu kerja
ginjal saat pengukuran CFG dibandingkan dengan protein hewani yang kurang mampu
memicu, namun penyebabnya hingga saat ini masih belum dapat diterangkan.
Kesimpulan. Asupan protein nabati mampu memicu kerja ginjal pada
pengukuran CFG sedangkan protein hewani tidak. Rerata nilai CFG peserta pasca
asupan nabati sebesar 12,3%.
Kata Kunci: cadangan fungsi
ginjal; protein hewani; protein nabati; remaja
Penulis: Tania Nilamsari,
Taralan Tambunan, Bambang Madiyono
Kode Jurnal: jpkedokterandd080145