Pengetahuan Sikap, dan Perilaku Ibu Terhadap Sirkumsisi pada Anak Perempuan
Abstrak: Situasi mengenai pola
sirkumsisi (sunat) perempuan di Indonesia masih belum banyak diketahui, sehingga
mengakibatkan kurang pengetahuan masyarakat Indonesia. Beberapa tahun terakhir
WHO telah menyatakan menentang segala bentuk medikalisasi sirkumsisi perempuan.
Tujuan. Mengetahui pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu mengenai
sirkumsisi pada perempuan di Jakarta.
Metode. Desain penelitian cross-sectional dengan menggunakan metode
convenient sampling. Data diperoleh dari kuesioner yang diisi sendiri oleh para
ibu (self administered questionnaire).
Hasil. Hampir seluruh responden melakukan sirkumsisi pada anak perempuan
mereka 97,2% dari 106 orang responden. Agama merupakan alasan utama melakukan
sirkumsisi 61,2%. Surat edaran dari Departemen Kesehatan RI mengenai larangan
bagi tenaga medis untuk melakukan sirkumsisi pada anak perempuan tidak
diketahui oleh sebagian besar responden (83%). Orang tua atau teman menjadi
sumber yang paling berkesan untuk melakukan sirkumsisi 34%. Sedangkan dari
tenaga medis, informasi yang paling berkesan datang dari perawat atau bidan
21,7%. Sebagian besar sirkumsisi dilakukan pada usia di bawah 5 tahun. Bidan
merupakan pelaku sirkumsisi pada sebagian besar anak 73,9%. Sebagian besar
responden memiliki tingkat pengetahuan rendah (87,7%), sikap kurang (90,6%),
dan perilaku kurang (78,3%).
Kesimpulan. Hampir seluruh anak perempuan responden disirkumsisi (97,1%).
Mayoritas responden memiliki pengetahuan, sikap, dan perilaku yang kurang
mengenai sirkumsisi pada anak perempuan (87,7%, 90,6%, dan 78,3%). Sirkumsisi
dilakukan seluruhnya pada usia di bawah 5 tahun, terutama karena alasan agama.
Pelaku sunat pada anak perempuan adalah bidan. Delapanpuluhtiga persen
responden tidak mengetahui tentang surat edaran Departemen Kesehatan mengenai
larangan medikalisasi sunat pada perempuan.
Kata Kunci: pengetahuan; sikap
dan perilaku; sirkumsisi anak perempuan; ibu
Penulis: Dian Milasari, Dyah
Tunjungsari, Elisa Harlean, Erick Wonggokusuma, Faisal Adam, Henry Riyanto,
Rini Sekartini, Corry Wawolumaya
Kode Jurnal: jpkedokterandd080119