PENGARUH HEAT SHOCK PROTEIN-70 (HSP70) DAN HEAT SHOCK FACTOR-1 (HSF-1) PADA POLIP HIDUNG
ABSTRACT: Penyebab rekurensi
polip hidung multifaktorial dan pertumbuhan polip didugakarena pemulihan luka
yang terganggu, dengan HSP70 dan HSF-1 sebagai molekul yang berperan.
Tujuan: Mengetahui pengaruh HSP70 dan HSF-1 pada kejadian tumbuh polip
hidung.
Metode: Penelitiandi Rumah Sakit Umum Daerah Karanganyar, dengan desain
potong lintang dan pengambilan percontohsecara berurutan untuk mengamati
kejadian tumbuh polip hidung, menggunakan polip yang tumbuhkembali pasca terapi
polipektomi sederhana dan kortikosteroid topikal selama 6 minggu.
Pewarnaanimunohistokimia dilakukan untuk menilai imunoreaktivitas secara
kuantitatif pada HSP70 dan HSF-1area epitel, area stroma dan area total (area
epitel dan area stroma).
Hasil: Ekspresi rerata HSP70 total(stroma dan epitel), stroma saja dan
epitel saja lebih rendah bermakna (p<0,05) pada polip yang tumbuhkembali.
Peningkatan ekspresi HSF-1 epitel meningkat bermakna pada polip yang tumbuh
kembali(p=0,041<0,05), sedangkan ekspresi HSF-1 total dan area stroma mengalami
peningkatan tetapi secarastatistik tidak bermakna (P>0,05). Hasil uji
korelasi antara perubahan ekspresi HSP70 dan perubahanekspresi HSF-1 pada tiga
area adalah bermakna (p<0,05). Nilai korelasi Pearson sebesar -0,540 (area
total),-0,521 (area stroma) dan -0,517 (area epitel), menunjukkan korelasi
negatif dengan kekuatan korelasi yangsedang.
Kesimpulan: Penurunan ekspresi HSP70 total, stroma dan epitel,
berpengaruh pada kejadianpolip hidung yang tumbuh kembali, sedangkan
peningkatan HSF-1 hanya pada epitel yang berpengaruhpada kejadian polip hidung
tumbuh. Didapati korelasi berkekuatan sedang dengan arah negatif,
yaitupeningkatan ekspresi HSF-1 sementara ekspresi HSP70 menurun.
Kata kunci: Heat shock protein
70, heat shock factor-1, polip hidung
Penulis: Iwan Setiawan Adji,
Juliati Hood Assegaf, Manshur Shidiq Wiyadi
Kode Jurnal: jpkedokterandd160724