Korelasi Positif Kegiatan Ekstrakurikuler dengan Tingkat Stres pada Anak Sekolah Dasar
Abstrak: Kompetisi antar
orangtua merupakan salah satu penyebab munculnya sindrom hurried child, yaitu
fenomena percepatan perkembangan anak. Anak diberi berbagai kegiatan
ekstrakurikuler setiap minggu yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak.
Hubungan orangtua dan anak yang tidak sehat cenderung membuat anak merasa
tertekan ketika menjalankan kegiatan akademik mereka. Kesenjangan antara
tuntutan dari orangtua dan kemampuan diri anak akan menimbulkan kondisi stres
di bidang akademik pada anak.
Tujuan. Mencari besar korelasi antara kegiatan ekstrakurikuler dengan
tingkat stres pada anak sekolah dasar.
Metode. Digunakan rancangan penelitianobservasional analitik dengan
desain potong lintang. Penentuan lokasi dan subjek penelitian digunakan metode
purposive sehingga terpilih Sekolah Dasar Swasta C Denpasar.
Hasil. Berdasarkan analisis korelasi dengan uji korelasi Pearson,
didapatkan kegiatan ekstrakurikuler memiliki korelasi positif lemah dengan tingkat
stres (r=0,309). Semakin lama mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di bidang
pelajaran sekolah dalam seminggu maka semakin tinggi skor stres (r=0,403) dan
semakin lama mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di bidang seni dalam seminggu
maka semakin tinggi skor stres (r=0,166).
Kesimpulan. Kegiatan ekstrakurikuler memiliki korelasi positif dengan
tingkat stres pada anak sekolah dasar.
Kata Kunci: kegiatan
ekstrakurikuler; stres; anak
Penulis: Putu Anindia
Sekarningrum, IGA Trisna Windiani, IGAN Sugitha Adnyana
Kode Jurnal: jpkedokterandd170658