Kepatuhan Berobat dengan Antibiotik Jangka Pendek di Poliklinik Umum Departemen Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
Abstrak: Kepatuhan berobat
(compliance) merupakan masalah kompleks dan multifaktor yang dapat mempengaruhi
hasil pengobatan. Sedangkan dampak dari ketidakpatuhan berobat (non-compliance)
pada seseorang dapat mengakibatkan kesalahan dalam menilai efektivitas obat,
uji diagnostik, perubahan atau penggantian obat, dan perawatan di rumah sakit
yang sebenarnya tidak diperlukan.
Tujuan. Mengetahui karakteristik pasien rawat jalan dalam kepatuhan
menjalankan pengobatan antibiotik jangka pendek.
Metode. Studi analitik deskriptif secara potong lintang, dilakukan di
Poliklinik Umum Departemen IKA RSCM selama 12 minggu (Februari-April 2008) pada
semua orangtua/wali pasien berusia 1 bulan-18 tahun yang mendapat pengobatan
antibiotik jangka pendek. Sampel diambil secara consecutive sampling, data
diolah dengan program SPSS ver 12 for windows.
Hasil. Delapan puluh dua subjek ikut serta dalam penelitian. Angka
kejadian kepatuhan berobat (compliance) dalam melaksanakan pengobatan
antibiotik jangka pendek 75,6%. Terdapat korelasi kuat antara ”lupa” (adjusted
OR 0,086, IK 95%; 0,019-0,378, p=0,001) dan ”sibuk” (adjusted OR 0,023, IK 95%;
0,003-0,153, p=0,000) dengan ketidakpatuhan berobat seseorang.
Kesimpulan. Angka kejadian kepatuhan berobat dalam melaksanakan
pengobatan antibiotik jangka pendek di Poliklinik Umum IKA RSCM adalah 75,6%.
Lupa dan sibuk merupakan dua faktor yang sangat mempengaruhi kepatuhan berobat
pasien.
Kata Kunci: kepatuhan berobat;
antibiotik jangka pendek
Penulis: Rahmadi Wibowo,
Soepardi Soedibyo
Kode Jurnal: jpkedokterandd080131