HUBUNGAN PAPARAN BISING DAN PROFIL LIPID DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN PADA PEKERJA PABRIK MINYAK GORENG
ABSTRACT: Gangguan pendengaran
akibat bising (GPAB) adalah komplikasi yang palingumum disebabkan oleh paparan
terhadap bising, meskipun ada beberapa komplikasi lain yang bisadisebabkan oleh
paparan bising. Komplikasi metabolik dari paparan terhadap bising telah
dievaluasi olehberbagai penelitian.
Tujuan: Meneliti hubungan antara GPAB dengan kadar profil lipid pada
pekerja yangterpapar bising di lingkungan kerja.
Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain
crosssectional study. Data diperoleh melalui proses wawancara, pemeriksaan
audiometri, dan pemeriksaankadar profil lipid.
Hasil: Rerata intensitas kebisingan bagian proses 98 dB, dan non-proses
berkisar 46-98 dB. Berdasarkan hasil pemeriksaan audiometri terhadap 50 pekerja
yang memenuhi kriteria inklusidan eksklusi, didapatkan 26 orang (52%) dengan
GPAB tuli sensorineural dan 24 orang (48%) tidakmengalami GPAB. Kami menemukan
hubungan signifikan antara paparan bising pada pekerja denganpeningkatan kadar
trigliserida (TG), total kolesterol (TC), low-density lipoprotein (LDL), dan
penurunankadar high-density lipoprotein (HDL) (p<0,05). Terdapat hubungan
antara kadar TG yang tinggi terhadapterjadinya GPAB pada pekerja yang terpapar
bising dengan intensitas >85 dB (p<0,05) dan tidak dijumpaihubungan
peningkatan kadar TC, LDL, dan penurunan kadar HDL terhadap terjadinya GPAB
(p>0,05).
Kesimpulan: Pada penelitian ini, ada hubungan antara hiperlipidemia
dengan GPAB. Pekerja denganhipertrigliseridemia yang tepapar bising >85 dB
berisiko lebih besar menderita GPAB.
Kata kunci: Kebisingan, GPAB,
profil lipid
Penulis: Adlin Adnan, Renold
Yurensa
Kode Jurnal: jpkedokterandd160722