Hubungan antara Kadar Albumin dan Kalsium Serum pada Sindrom Nefrotik Anak
Abstrak: Salah satu komplikasi
sindrom nefrotik (SN) adalah gangguan metabolisme mineral, yaitu hipokalsemia,
yang dapat menyebabkan tetani, gangguan pembentukkan tulang, dan penyakit
tulang metabolik. Penyakit SN merupakan kelainan glomerulus yang ditandai
dengan proteinuria, hipoalbuminemia, dan edema. Pada proteinuria,
protein-binding berukuran sedang ikut terbuang. Setengah jumlah kalsium total
serum berikatan dengan protein (terutama albumin), akibatnya hipoalbuminemia
yang terjadi pada anak SN dapat menyebabkan hipokalsemia.
Tujuan. Penelitian untuk mengetahui hubungan antara kadar albumin dan
kalsium serum pada anak SN.
Metode. Penelitian dengan rancangan cross-sectional terhadap 43 anak SN
yang memenuhi kriteria inklusi dan diambil secara consecutive admission yang
berobat/dirawat di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RS dr. Hasan Sadikin Bandung
mulai bulan Juli sampai September 2007 kemudian dilakukan pemeriksaan kadar
albumin dan kalsium serum. Untuk melihat keeratan hubungan antara kadar albumin
dan kalsium serum dilakukan analisis dengan menggunakan uji korelasi Pearson,
serta untuk melihat bentuk hubungannya dilakukan analisis regresi linier.
Hasil. Subjek terdiri dari 33 (77%) anak laki-laki dan 10 (23%) anak
perempuan, berusia rata-rata 6,80 (SB 3,39) tahun. Diperoleh hasil rata-rata
kadar albumin serum 1,50 (SB 0,377) g/dL, dan kalsium serum 7,27 (SB 0,772)
mg/dL. Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan korelasi (r=0,547) yang
sangat bermakna (p=0,000) antara kadar albumin dan kalsium serum. Hasil
analisis regresi menunjukkan hubungan linier yang positif antara kadar albumin
(x) dan kalsium serum (y), dengan persamaan Ý = 5,59 + 1,12 x.
Kesimpulan. Semakin menurun kadar albumin serum pada anak yang menderita
sindrom nefrotik, semakin menurun kadar kalsium serum.
Kata Kunci: sindrom nefrotik;
kalsium; hipoalbuminemia
Penulis: Dina Garniasih,
Julistio T. B. Djais, Herry Garna
Kode Jurnal: jpkedokterandd080143