Hiponatremia pada Anak Pasca Tindakan Operasi : Etiologi dan Faktor-faktor yang Berhubungan
Abstrak: Kejadian hiponatremia
pada anak pasca-operasi berkisar antara 20-40%. Hiponatremia yang tidak
terdeteksi dapat meningkatkan mortalitas dan menyebabkan luaran neurologis yang
buruk. Beberapa mekanisme yang berperan adalah sindrom hormon antidiuretik
tidak tepat (SHATT) dan sick cell syndrome (SCS).
Tujuan. Mengetahui insidens hiponatremia pada anak pasca-operasi, kemungkinan
penyebab yang melatarbelakangi, serta faktor yang berhubungan.
Metode. Penelitian potong lintang analitik dilakukan di ruang perawatan
intensif terhadap anak berusia 1 bulan sampai 18 tahun yang menjalani tindakan
operasi mayor dan masuk ruang perawatan intensif pediatrik RSCM selama bulan
Mei sampai Desember 2016.
Hasil. Terdapat 65 subyek menjalani operasi mayor, 87,69% dilakukan
secara elektif, jenis operasi terbanyak adalah hepato-gastrointestinal (38,46%)
dan muskuloskeletal (20,00%). Kadar natrium plasma pasca-operasi turun,
kejadian hiponatremia 43,07% dan 26,16% pada 12 dan 24 jam pasca-operasi. Nilai
osmolalitas plasma yang normal atau meningkat dan osmolalitas urin >100
mOsm/kg. Sebanyak 70% subyek hiponatremia memiliki natrium urin >30 mEq/L.
Faktor yang berhubungan dengan hiponatremia 12 jam pasca-operasi adalah status
kegawatdaruratan operasi (p=0,007) dan perdarahan intraoperatif (p=0,024),
sedangkan pada 24 jam pasca-operasi hanya status kegawatdaruratan operasi
(p=0,001).
Kesimpulan. Terdapat 43,07% dan 26,16% subyek yang mengalami hiponatremia
pada 12 dan 24 jam pasca-operasi mayor. Sindrom hormon antidiuretik tidak tepat
tidak terbukti menjadi penyebab utama terjadinya hiponatremia, dan hiponatremia
translokasional pada SCS mungkin berperan. Hiponatremia pasca-operasi
berhubungan dengan status kegawatdaruratan operasi dan jumlah perdarahan
intraoperatif.
Kata Kunci: hiponatremia,
pasca-operasi, hormon antidiuretik, sick cell syndrome
Penulis: Angelina Arifin,
Antonius H. Pudjiadi, Setyo Handryastuti, Idham Amir, Evita B. Ifran, Mulya R.
Karyanti
Kode Jurnal: jpkedokterandd170650