GANGGUAN TRANSPOR ION PADA POLIP HIDUNG


Abstrak: Polip hidung adalah proses inflamasi yang mengakibatkan terjadinya hiperabsorpsiion natrium dan berkurangnya sekresi ion klorida. Tujuan:  Untuk mengetahui peran nasal seroproteinyang meningkatkan efek hidraulik dan memperbaiki integritas sel untuk mengatasi hiperabsorpsi ionnatrium, akan dilakukan penelitian pada pasien polip hidung sebelum dan sesudah protokol pengobatandengan polipektomi sederhana endoskopik dan glukokortikoid intranasal selama enam minggu. Dua puluh sembilan pasien polip hidung bilateral yang dapat dievaluasi, dikelompokkan berdasarkankriteria klinis menjadi 16 subjek responder dan 13 subjek non-responder. Peningkatan ekspresi statherin(STATH) dan prolactin-induced-protein (PIP) diperoleh melalui pemeriksaan microarray pada 5 sampeldengan respons terapi terbaik. Selanjutnya 22 pasang sampel (44 jaringan) menjalani pemeriksaauntuk mengetahui ekspresi gen STATH dan PIP pada tingkat mRNA dengan pemeriksaan real-time RTPCR. Hasil: Penelitian ini mendapatkan peningkatan ekspresi (foldchange) STATH dan PIPberdasarkanpemeriksaan microarray 115,33 (FDR 8,81) dan 26,45 (FDR 12,20) dan setelah divalidasi ulang denganpemeriksaan real-time RT PCR didapatkan peningkatan ekspresi 186,59 (IK 95% 6,22–1024,97) (IK 95% 3,37–32,75). Kelompok responder menunjukkan aktivitas transkripsi yang lebih tinggi ermakna pada gen STATH sebesar 300,42 (IK 95% 1,34–1257,32) dibandingkan dengan kelomresponder 72,76 (IK 95% 21,81–1285,91) sedangkan PIP kelompok responder 19,56 (IK 95% 1,75–130,70)dan kelompok non-responder 15,71 (IK 95% 3,84–29,79). Kesimpulan: Analisis perbandingan gen berdasarkan pemeriksaan microarray, real-time RT PCR dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwaSTATH dan PIP mempunyai peran untuk respons kesembuhan dalam protokol pengobatan polip hidung.
Kata kunci: transpor ion epitel, polip nasi, statherin, prolactin-induced-protein
Penulis: Retno Sulistyo Wardani, Endang Mangunkusumo
Kode Jurnal: jpkedokterandd110296

Artikel Terkait :