UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BUNGA KAMBOJA (Plumeria alba) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Streptococcus pyogenes
Abstract: infeksi adalah salah
satu dari isu kesehatan yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen dan salah
satu mikroorganisme yang tersering adalah Streptococcus. Terdapat 616 kasus
faringitis di dunia yang disebabkan oleh Streptococcus. Penyakit tersebut dapat
menimbulkan berbgai komplikasi lain bila tidak diterapi dengan baik. Pengobatan
menggunakan antibiotik memiliki risiko terjadinya resistensi. Oleh sebab itu,
diperlukan pengembangan penelitian pada herbal sebagai pengobatan. Bunga
kamboja putih (Plumeria alba) diketahui memiliki aktivitas antibakteri melawan
berbagai macam mikroorganisme. Dengan latar belakang tersebut, tujuan dari
penelitian ini adalah untuk menentukan adanya aktivitas antimikroba dari
Plumeria alba terhadap Streptococcus pyogenes yang dapat diamati dari
Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM).
Penelitian ini dikerjakan menggunakan metode eksperimental. Metode dilusi agar
digunakan untuk menentukan KHM dan KBM. Konentrasi yang digunakan pada
penelitian ini adalah 250 mg/ml, 125 mg/ml, 62,50 mg/ml, 31.25 mg/ml, 15,63
mg/m, 7,81 mg/ml, 3,91 mg/ml, 1,95 mg/ml, 0,98 mg/ml, kontrol positif (+) dan
kontrol negatif (-).Melalui observasi dari penelitian ini, KHM tidak dapat
ditentukan. Nilai dari KBM adalah 7,81 mg/ml yang menunjukkan konsentrasi
dimana tidak didapatkan pertumbuhan koloni bakteri. Ekstrak etanol dari bunga kamboja
putih (Plumeria alba) memiliki aktivitas antimikroba terhadapt Streptococcus
pyogenes. Dalam studi in vitro ini menggunakan metode dilusi agar, KBM untuk
Streptococcus pyogenes adalah 7,81 mg/ml.
Kata Kunci: Plumeria alba, Streptoccus pyogenes, faringitis,
antimikroba, metode dilusi agar
Penulis: Felicia Jiwantono,
Marijam Purwanta, Yuani Setiawati
Kode Jurnal: jpkedokterandd170543