SEMISINTESIS DAN KARAKTERISASI ANTIMALARIA BARU TURUNAN EURIKUMANON
Abstract: Meluasnya penyebaran
resistensi Plasmodium terhadap antimalaria merupakan permasalahan utama dalam
pemberantasan malaria.Upaya cepat untuk mengatasi masalah tersebut, salah
satunya melalui penemuan dan pengembangan antimalaria barudari tumbuhan obat
yang secara empiris telah terbukti khasiatnya. Eurikumanon dari akar tumbuhan
Eurycoma longifolia, Jack telah terbukti memiliki aktivitas antimalaria.
Permasalahan dalam pengembangan eurikumanon dari bahan alam adalah biaya
isolasi yang mahal, sehingga perlu usaha kreatif dan inovatif untuk mendapatkan
turunannya. Semisintesis turunan eurikumanon merupakan langkah awal
pengembangan eurikumanon menuju total sintesis guna memenuhi kebutuhan global.
Penelitian ini menggunakan eurikumanon dari akar pasak bumi untuk semisintesis
turunannya dengan menggunakan farmakofor tionil klorida, asetil klorida, asam
klor asetat, asam triklor asetat dan asam trifluoro asetat. Struktur
eurikumanon dan turunan hasil semisintesisditentukan secara analisis
spektroskopi. Hasil ekstraksi serbuk akar pasak bumi, diperoleh ± 50 g (5%)
ekstrak kental. Fraksinasi terhadap ekstrak tersebut secara kromatografi cair
vakum (KCV) diperoleh fraksi terkonsentrasi eurikumanon 20 g (2%). Isolasi
eurikumanon dari fraksi ini diperoleh eurikumanon 0,03%. Hasil semisintesis
turunan eurikumanon diperoleh eurikumanon diklorida 60,10%, eurikumanon
monoasetat55,25% , eurikumanon monoklor asetat 55,25%., eurikumanon monotriklor
asetat 53,25% dan eurikumanon monotrifluoro asetat 75,65%.
Kata kunci: eurikumanon,
semisintesis dan turunan eurikumanon
Penulis: Hanifah Yusuf, Kurnia
Fitri Jamil, Tristia Rinanda
Kode Jurnal: jpkedokterandd170519