Peran Eritropoetin pada Anemia Bayi Prematur
Abstrak: Anemia sering terjadi
pada bayi prematur, ditandai oleh penurunan nilai hematokrit,retikulosit dan
kadar eritropoetin endogen rendah. Di Amerika Serikat, 60-80% bayiberat lahir
sangat rendah (BBLSR) mengalami anemia dan membutuhkan transfusi seldarah merah
berulang sehingga mempunyai risiko terjadi komplikasi penularan penyakit.Salah
satu upaya menurunkan kebutuhan transfusi tersebut dengan pemberianeritropoetin
eksogen yaitu recombinant human eritropoietin (r-HU EPO) yang berfungsimerangsang
proliferasi, diferensiasi dan maturasi sel darah merah dalam sumsum tulang.Walaupun
pada bayi prematur dijumpai kadar eritropoetin yang sangat rendah, namun progenitor
eritroid tetap sensitif terhadap eritropoetin eksogen. Pemberian r-HU EPOdapat
meningkatkan eritropoesis sehingga bermanfaat mengurangi kebutuhan transfuse pada
anemia bayi prematur. Pemberian dalam dosis cukup pada usia dini, suplementasi preparat
besi dan protein mempunyai efektifitas yang baik. Berbagai penelitian terhadappenggunaan
r-HU EPO pada anemia bayi prematur telah dilakukan tetapi belum ada kesepakatan
mengenai protokol pemberian, termasuk waktu, dosis, cara, dan durasipemberian.
Kata kunci: anemia, bayi
prematur, eritropoetin
Penulis: Lily Rahmawati,
Bidasari Lubis
Kode Jurnal: jpkedokterandd050067