PENGARUH EKSTRAK ETHANOL PROPOLIS TERHADAP KSPRESI PROTEIN CASPASE 8, APOPTOSIS, DAN PROLIFERASI PADA KULTUR SEL ADENOKARSINOMA KOLON (WiDr)
Abstract: Kanker kolorektal
merupakan kanker terbanyak ketiga pada pria, kedua pada wanita, dan menjadi
penyebab kematian keempat, sekitar 8% dari penyebab kematian karena kanker.
Sebagian besar pasien kanker kolorektal didiagnosis dalam stadium yang sudah
tidak dapat dioperasi. Propolis diketahui memiliki aktivitas anti kanker.
Mekanisme anti kanker propolis melalui induksi apoptosis dan juga melalui
penghambatan proliferasi dalam siklus sel. Penelitian ini bertujuan untuk
mengkaji efek anti kanker ekstrak ethanol propolis (EEP) yang berasal dari
Kerjo, Karanganyar, Indonesia pada kultur sel adenokarsinoma kolorektal (cell
line WiDr) melalui pengaruhnya terhadap ekspresi protein Caspase 8, apoptosis
dan proliferasi sel. Penelitian ini merupakan penelitian experimental
laboratories, post test with control group design. Penelitian dilakukan pada
kultur sel WiDr dengan perlakuan pemberian dosis ekstrak ethanol propolis,
kontrol positif (5-FU), kombinasi ekstrak ethanol propolis dengan 5-FU, dan
kontrol negatif (tanpa obat). Pengamatan ekspresi protein Caspase 8 dilakukan
dengan metode imunositokimia, pengamatan apoptosis dilakukan dengan double
staining menggunakan pewarnaan akridin oranye–etidium bromide, sedangkan
pengamatan proliferasi menggunakan MTT assay dengan doubling time. Hasil
Penelitian menunjukkan bahwa EEP cenderung menekan viabilitas sel WiDr dengan
IC sebesar 140 µg/mL. EEP konsentrasi 70,140, 280 µg/mL mampu meningkatkan
ekspresi protein Caspase 8 dan menginduksi apoptosis yang sebanding dengan
peningkatan konsentrasi yang diberikan. EEP konsentrasi 70 µg/mL dapat
menghambat proliferasi sel sebanding dengan EEP konsentrasi 140 dan 280 µg/Ml.
Penelitian ini menunjukkan EEP mampu menekan viabilitas sel WiDr. Aktivitas ini
kemungkinan terkait dengan kemampuannya dalam meningkatkan ekspresi protein
Caspase 8 dan apoptosis sebanding dengan peningkatan konsentrasi yang
diberikan. EEP pada konsentrasi terkecil yang diuji (70 µg/mL) mampu menghambat
proliferasi pada sel WiDr sebanding dengan dosis yang lebih tinggi.
Kata kunci: EEP, Caspase 8,
apoptosis, proliferasi, cell line WiDr
Penulis: Gigih Rahmadanu P,
Paulus Kusnanto, Bambang Purwanto
Kode Jurnal: jpkedokterandd180023