PENGARUH CARA PENGOLAHAN BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP EFEK ANTITROMBOTIK PADA MENCIT
Abstract: Bawang putih (Allium
sativum) telah terbukti memiliki banyak efek positif untuk kesehatan, antara
lain antibakteri, antivirus, antijamur dan juga antioksidan. Selain itu, bawang
putih juga memiliki beragam efek positif untuk sistem kardiovaskular, antara
lain menyebabkan penurunan tekanan darah, mencegah terjadinya aterosklerosis,
dan juga bersifat antitrombotik. Salah satu obat antitrombotik yang umum
digunakan oleh masyarakat adalah aspirin. Aspirin bekerja dengan cara
menghambat pembentukan tromboksan A2. Komponen antitrombotik yang dimiliki
bawang putih adalah allisin, yang bekerja dengan berbagai cara, salah satunya
dengan cara menghambat jalur pembentukan tromboksan A2 dan ADP. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui efektivitas bawang putih mentah, rebus, dan goreng
bila dibandingkan dengan aspirin. Desain dari peneltian ini adalah
eksperimental laboratoris dengan 8 (delapan) kelompok yang terdiri dari
kelompok kontrol negative (CMC 1%), kontrol positif (Aspirin), kelompok bawang
putih mentah dosis tinggi, bawang putih mentah dosis rendah, bawang putih rebus
dosis tinggi, bawang putih rebus dosis rendah, bawang putih goring dosis
tinggi, dan bawang putih goreng dosis rendah. Setiap kelompok terdiri dari 5
(lima) mencit yang akan menerima perlakuan dalam 1 (satu) bulan. Pada hari ke
30, waktu perdarahan dari setiap mencit akan diukur dengan cara memotong ekor
mencit. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok kontrol positif
(aspirin) memiliki waktu perdarahan terpanjang, disusul dengan kelompok bawang
putih mentah dosis tinggi. Di peringkat ketiga ada kelompok kontrol negative
(CMC 1%) dan kelompok bawang putih mentah dosis rendah yang memiliki waktu
perdarahan yang sama. Sementara itu, kelompok bawang putih rebus dan goreng,
baik pada dosis tinggi maupun rendah, menunjukkan waktu perdarahan yang lebih
panjang dibandingkan dengan kelompok kontrol negative (CMC 1%).Pemanjangan
waktu perdarahan ini kemungkinan disebabkan karena allisin pada bawang putih
yang bersifat termolabil dan terdegradasi dengan peningkatan suhu.
Kata Kunci: bawang putih mentah, bawang putih rebus, bawang putih
goreng, aspirin, allisin, waktu perdarahan, efek antitrombotik
Penulis: Prillye Deasy
Octaviantie, Sri Purwaningsih, Arifoel Hajat
Kode Jurnal: jpkedokterandd170545