Hubungan antara Kadar 25(OH)D3 dan C-Peptida Berdasarkan Lama Sakit pada Anak dengan Diabetes Melitus Tipe 1
Abstract: Diabetes melitus
(DM) tipe 1 menjadi masalah kesehatan di banyak negara, dengan keseluruhan
peningkatan per tahun diperkirakan sebesar 3%. DM tipe 1 merupakan konsekuensi
dari proses destruksi autoimun sel β pankreas. Ditemukan hubungan antara
defisiensi vitamin D dengan DM tipe 1. Penelitian cross sectional ini dilakukan
untuk melihat hubungan antara kadar 25(OH)D3 dan C-peptida berdasarkan lama
sakit pada anak dengan DM tipe 1. Subjek penelitian adalah 26 anak dengan DM tipe 1, status vitamin D pada sampel
penelitian didominasi dengan status vitamin D yang tidak normal sebanyak 16
orang (61,5%). Hasil penelitian menunjukkan kadar 25(OH)D3 yang lebih rendah
pada kelompok dengan lama sakit ≤ 5 tahun dan secara statistik tidak didapatkan
perbedaan kadar 25(OH)D3 yang bermakna antara kedua kelompok (p=0,403).
Didapatkan kadar C-peptida yang lebih tinggi pada kelompok dengan lama sakit ≤
5 tahun dan secara statistik tidak didapatkan perbedaan kadar C-peptida yang
bermakna antara kedua kelompok (p=0,137). Hubungan yang tidak signifikan
didapatkan antara kadar vitamin D dan kadar C-peptida pada anak DM tipe 1,
dengan keeratan hubungan yang lemah dan dengan korelasi bernilai positif
(p=0,069; r=0,363). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pada anak
dengan DM tipe 1 didapatkan kadar 25(OH)D3 dan kadar C-peptida yang rendah.
Semakin lama anak menderita DM tipe 1 dan tidak mendapatkan terapi yang
adekuat, maka akan semakin rendah kadar 25(OH)D3 dan kadar C-peptida.
Keywords: 25(OH)D3; DM tipe 1;
C-peptida
Penulis: Tjahyo Suryanto,
Harjoedi Adji Tjahjono
Kode Jurnal: jpkedokterandd180005