ZONASI EKOSISTEM PERAIRAN DANAU TOBA UNTUK PEMANFAATAN PERIKANAN BERKELANJUTAN
Abstract: Danau Toba merupakan
danau terluas (112.400 ha) dan termasuk salah satu danau kritis da15 danau di
Indonesia serta merupakan danau warisan dunia yang perlu dilestarikan.
Perairadanau ini dimanfaatkan oleh berbagai sektor pemanfaat yaitu sumber bahan
baku air minumpariwisata, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), perikanan, dan
transportasi (perhubungan). Dsektor perikanan, Danau Toba dimanfaatkan untuk
kegiatan perikanan tangkap dan perikanabudidaya. Kegiatan perikanan tangkap
yang berkembang adalah perikanan bilih (Mystacoleucupadangensis) dan kegiatan
perikanan budidaya dalam keramba jaring apung ikan nila merah danila hitam
(Oreochromis niloticus) serta ikan mas (Cyprinus carpio) berkembang sejak
tahu1988. Pengembangan perikanan berkelanjutan di suatu badan air adalah salah
satu tujuan utamyang harus di l akukan dan merupakan bagian yang ti dak
terpisahkan dari pembangunaberkelanjutan di antara sektor pemanfaat lainnya.
Untuk keperluan tersebut, zonasi perairan danaadalah prasyarat mutlak yang
harus dilakukan untuk menjamin keberlanjutan pemanfaataekosistem perairan Danau
Toba. Zonasi Danau Toba untuk pengembangan perikanan yang dibahadalam makalah
ini merupakan salah satu rancangan zonasi yang tidak dapat dipisahkan dari
tatruang ekosistem danau untuk pengembangan berkelanjutan bagi seluruh sektor
pemanfaat.
Keywords: Zonasi; perikanan;
pembangunan berkelanjutan; Danau Toba
Penulis: Endi Setiadi
Kartamihardja, Zulkarnaen Fahmi, Chairulwan Umar
Kode Jurnal: jpperikanandd150322