TRANSFEKSI MERUPAKAN METODE TEKNOLOGI TRANSGENIK PENYISIPAN GREEN FLOURESCENT PROTEIN TERHADAP IKAN WILD BETTA
Abstract: Teknik transfer gen
banyak dikembangkan untuk mengintroduksi molekul DNA ke dalam embrio.
Keberhasilan transfer gen menggunakan metode transfeksi ditentukan oleh
berbagai faktor, antara lain pemilihan larutan transfeksi yang sesuai dengan
mempertimbangkan kesediaan secara komersial, mudah diaplikasikan, keberhasilan
tinggi, dan tidak bersifat toksik terhadap embrio. Studi awal untuk mengetahui
keberhasilan transfer gen terhadap embrio ikan wild betta digunakan Green
Fluorescent Protein (GFP) dan juga dapat digunakan sebagai model terhadap ikan
betta. GFP merupakan gen yang mengkodekan protein dan memiliki sifat berpendar
hijau. Induk jantan dan betina dipijahkan dengan perbandingan 1:1 pada wadah
baskom dengan ketinggian air ± 14 cm serta diberikan substrat. Transfeksi
dilakukan pada embrio fase pembelahan 2 sel. Larutan transfeksi dibuat dari
campuran DNA plasmid pada media NaCl 0.9% hingga mencapai konsentrasi akhir 100
μL media (campuran transfast + DNA + NaCl). Aktivitas gen ini dapat
divisualisasikan dengan menggunakan sinar ultra violet. Keberhasilan dari
teknik transfer gen tersebut dibuktikan dengan adanya ekspresi gen atau deteksi
DNA gen GFP yang dimasukkan. Ekspresi hasil korporasi DNA ke dalam telur
melalui transfeksi pada wild betta dan keberhasilan transfer gen GFP dapat
dibuktikan dengan analisis PCR. Tujuan dari penulisan makalah ini adalah
menguraikan tentang metode transfeksi yang efektif untuk teknologi transfer gen
terhadap ikan wild betta.
Keywords: transfeksi, GFP,
wild betta
Penulis: Eni Kusrini
Kode Jurnal: jpperikanandd150506