TOTAL FAKTOR PRODUKTIVITAS DAN INDEKS INSTABILITAS PERIKANAN TANGKAP: KASUS DI PELABUHAN RATU, JAWA BARAT
ABSTRACT: Perkembangan
produksi perikanan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pelabuhan Ratu secara
total mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat pada periode 2002 sampai
2013. Peningkatan produksi hanya terjadi pada armada Kapal Motor (KM) dengan
armada lebih 5 GT, sedangkan produksi ikan dari Perahu Motor Tempel (PMT)
dengan armada kurang dari 5 GT mengalami penurunan tajam. Pada tahun 2013 share
produksi ikan dari KM sebesar lebih 95 % sedangkan produksi ikan dari PMT
kurang dari 5 %. Kondisi ini mengakibatkan ketidakseimbangan dalam alokasi
sumber daya. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor produktivitas total dan
indeks ketidakstabilan pada perikanan tangkap. Penelitian dilakukan pada bulan
Agustus – Desember 2014 di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Teknik analisis
menggunakan pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA) dan Coppock Index
Instability (CII). Data yang digunakan adalah data time series statistik PPN
Pelabuhan Ratu. Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar
armada telah mencapai tingkat efisiesni (nilai efisiensi=1); sedangkan
perubahan total faktor produktivitas mengalami fluktuasi yang tajam (berada
dikuadran III) pertumbuhan tinggi disertai ketidakpastian yang tinggi,
mengindikasikan terjadi ketidakstabilan. Kondisi ini mengindikasikan terjadinya
persaingan yang ketat diantara pelaku usaha sehingga menyebabkan terjadinya
over-fishing dan over-capasity. Oleh karena itu diperlukan kebijakan untuk
dapat mengurangi ketidakstabilan dengan cara rasionalisasi armada tangkap
terutama alat tangkap yang sudah tidak efisien dan pengendalian kapal tuna long
line.
KEYWORDS: over capacity;
Coppock Instability Index (CII); Data Envelopment Analysis (DEA); efisiensi;
total faktor produktivitas
Penulis: Budi Wardono, Akhmad
Fauzi, Achmad Fahrudin, Agus Heri Purnomo
Kode Jurnal: jpperikanandd150592