STOK DAN KONDISI HABITAT DAERAH ASUHAN BEBERAPA JENIS KRUSTASEA DI SEGARAANAKAN
Abstract: Produksi krustasea
di Cilacap menurun seiring dengan penurunan kualitas habitat. Fenomena ini
dapat diungkap dengan penelitian stok krutasea dan kondisi habitatnya, untuk
mengetahui; kelimpahan, laju tangkap, komposisi dan hubungannya dengan kondisi
habitat. Penelitian dilakukan pada tahun 2013 dengan sampling pada area dan
musim yang berbeda. Hasil penelitian mendapatkan kelimpahan krustasea di Area
Timur (6.865 ekor/104m3) lebih tinggi dari Area Tengah (1.023 ekor/104m3) dan
Area Barat (441 ekor/104m3), Musim Timur (4.378 ekor/104m3) lebih tinggi dari
Musim Peralihan II (1.174 ekor/104m3). Laju tangkap krustasea di Area Timur
(1.910 gr/jam) lebih tinggi dari Area Tengah (1.104 gr/jam) dan Area Barat (389
gr/jam), Musim Timur (1.222 gr/ jam) lebih tinggi dari Musim Peralihan II
(1.046 gr/jam). Komposisi krustasea di Area Barat (71,50 %) lebih tinggi dari
Area Tengah (67,66 %) dan Area Timur (50,68 %), Musim Timur (56,84 %) lebih
rendah dari Musim Peralihan II (69,72 %). Kelimpahan larva udang di Area Tengah
(70.313 ekor/ 103m3) lebih tinggi dari Area Barat (13.357 ekor/103m3) dan Area
Timur (18.400 ekor/103m3), Musim Peralihan I (56.861 ekor/103m3) lebih tinggi
dari Musim Timur (11.186 ekor/103m3). Kondisi perairan antar wilayah dan musim
menunjukan kualitas yang berbeda. Oksigen dan karbondioksida terlarut lebih
baik di Area Timur dibandingkan Area Barat dan Area Tengah. Kecerahan,
salinitas dan kecepatan arus di Area Timur lebih tinggi dibandingkan area
lainnya. Musim Peralihan I memiliki kandungan oksigen dan pH lebih baik dari
Musim Timur, salinitas dan kecepatan arus lebih rendah dari Musim Timur. Larva
udang lebih menyukai tutupan mangrove tinggi sedangkan juvenil lebih menyukai
jenis mangrove Rhizopora spp.
Keywords: Krustasea;
kelimpahan; laju tangkap; kondisi habitat dan Segara Anakan
Penulis: Karsono Wagiyo,
Khairul Amri
Kode Jurnal: jpperikanandd150367