Respon Tuna Madidihang (Thunnus albacares) terhadap Umpan dan Kedalaman pada Perikanan Handline di Selat Makassar
Abstract: Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis respon tuna madidihang terhadap jenis umpan yang
berbeda dan kedalaman pada perikanan handline dalam meningkatkan hasil
tangkapan. Pengambilan datadilakukan mulai bulan Juli-Oktober 2013 di perairan
Selat Makassar. Data yang digunakan berupa data primer yakni jenis umpan dan
panjang tali pancing ulur. Data primer diperoleh melalui pengamatanlangsung di
lapangan. Jenis umpan yang dipergunakan adalah ikan terbang; cumi-cumi,
tongkol, dan layang. Kedalaman (panjang tali pancing ulur) yang dipergunakan
adalah 30,0; 37,5, 45,0, 52,5 dan 60,0m. Data dianalisis secara deskriptif
melalui perbandingan histogram dengan uji t-student dan ANOVA. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa (1) jenis umpan yang dominan dimakan oleh tuna madidihang
selama pengamatan adalah cumi-cumi disusul ikan terbang, ikan layang dan
tongkol (2) tuna madidihang ukuran larva (0-40 cm) dominan tertangkap dengan
jenis umpan ikan terbang pada kedalaman 30 m; tuna madidihang ukuran juvenil
(40-80 cm) dominan tertangkap dengan jenis umpan ikan terbang dan tongkolpada
kedalaman 37-45 m; ukuran pradewasa sampai matang gonad (> 80 cm) dominan
tertangkap dengan jenis umpan cumi-cumi dan ikan layang pada kedalaman 45-52,5
m dan ukuran layak tangkap(sudah pernah mijah) dominan tertangkap dengan jenis
umpan cumi-cumi pada kedalaman ≥ 52,5-60 m. Kesimpulan dari hasil penelitian
bahwa umpan terbaik untuk penangkapan tuna madidihang adalahdengan umpan
cumi-cumi dan dioperasikan pada kedalaman ≥ 52,5 m merupakan kedalaman yang
terbaik untuk memperoleh ukuran layak tangkap.Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis respon tuna madidihang terhadap jenis umpan yang berbedadan
kedalaman pada perikanan handline dalam meningkatkan hasil tangkapan.
Pengambilan datadilakukan mulai bulan Juli-Oktober 2013 di perairan Selat
Makassar. Data yang digunakan berupa dataprimer yakni jenis umpan dan panjang
tali pancing ulur. Data primer diperoleh melalui pengamatanlangsung di
lapangan. Jenis umpan yang dipergunakan adalah ikan terbang; cumi-cumi,
tongkol, danlayang. Kedalaman (panjang tali pancing ulur) yang dipergunakan
adalah 30,0; 37,5, 45,0, 52,5 dan 60,0m.Data dianalisis secara deskriptif
melalui perbandingan histogram dengan uji t-student dan ANOVA. Hasilpenelitian
menunjukkan bahwa (1) jenis umpan yang dominan dimakan oleh tuna madidihang
selamapengamatan adalah cumi-cumi disusul ikan terbang, ikan layang dan tongkol
(2) tuna madidihang ukuranlarva (0-40 cm) dominan tertangkap dengan jenis umpan
ikan terbang pada kedalaman 30 m; tunamadidihang ukuran juvenil (40-80 cm)
dominan tertangkap dengan jenis umpan ikan terbang dan tongkolpada kedalaman
37-45 m; ukuran pradewasa sampai matang gonad (> 80 cm) dominan
tertangkapdengan jenis umpan cumi-cumi dan ikan layang pada kedalaman 45-52,5 m
dan ukuran layak tangkap(sudah pernah mijah) dominan tertangkap dengan jenis
umpan cumi-cumi pada kedalaman ≥ 52,5-60m. Kesimpulan dari hasil penelitian
bahwa umpan terbaik untuk penangkapan tuna madidihang adalahdengan umpan
cumi-cumi dan dioperasikan pada kedalaman ≥ 52,5 m merupakan kedalaman
yangterbaik untuk memperoleh ukuran layak tangkap.
Keywords: Handline; umpan;
kedalaman; Selat Makassar dan tuna madidihang
Penulis: Wayan Kantun, Achmar
Mallawa
Kode Jurnal: jpperikanandd150795