PRODUKSI KRABLET KEPITING BAKAU Scylla paramamosain, PAKAN STADIA LARVANYA DIPERKAYA DENGAN HUFA DAN VITAMIN C
Abstract: Upaya peningkatan
kualitas pakan larva kepiting bakau sangat penting dilakukan agar diperoleh
produksi krablet yang lebih tinggi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui
tingkat produksi krablet dari larva kepiting bakau yang diberi pakan rotifer
dan nauplius artemia yang dikayakan dengan HUFA dan vitamin C. Penelitian
dilakukan di hatcheri kepiting bakau di Instalasi Penelitian Marana, Balai
Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau Maros. Bak fiberglass kerucut
volume 250 L diisi air payau salinitas 30 ppt sebanyak 200 L. Larva kepiting
bakau S. paramamosain yang baru menetas (zoea-1) dan sehat ditebar dengan padat
tebar 100 ekor/L dan diberi pakan rotifera dan naupli artemia. Baik rotifera
maupun naupli artemia sebelum diberikan ke larva dikayakan terlebih dahulu
dengan HUFA dan vitamin C, askorbil palmitat dan dijadikan perlakuan yaitu, A:
Larva diberi pakan rotifer dan nauplius artemia yang dikayakan dengan vitamin C
dan HUFA diberikan setiap dua hari. B: Larva diberi pakan rotifer dan nauplius
artemia tanpa dikayakan dengan HUFA, tetapi dikayakan dengan vitamin C dan
diberikan setiap dua hari. Masing-masing perlakuan dengan tiga ulangan.
Pengamatan dilakukan pada populasi larva, produksi megalopa dan krablet serta
kualitas air (salinitas, pH air, suhu air dan total Vibrio sp.). Data produksi
krablet dari kedua perlakuan dibandingkan dan dianalisis dengan uji T-test.
Sedangkan data kualitas air dianalisis secara diskriptif. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa produksi krablet di perlakuan A cenderung lebih tinggi
(160±14,1 ind./ bak) namun tidak berbeda nyata (P<0,05) dengan jumlah
krablet yang dihasilkan pada perlakuan B (136±19,7 ind./bak). Peran HUFA dan
vitamin C yang digunakan untuk pengayaan rotifer ataupun nauplius artemia untuk
pakan larva menyebabkan kualitas pakan menjadi lebih meningkat dan produksi
krablet cenderung menjadi lebih banyak di perlakuan A dibanding dengan di
perlakuan B.
Keywords: larva Scylla
paramamosain; pengayaan; HUFA; vitamin C; krablet
Penulis: Gunarto, Herlinah
Kode Jurnal: jpperikanandd150738