POLIKULTUR UDANG WINDU, NILA, BANDENG, DAN RUMPUT LAUT DI TAMBAK IDLE KABUPATEN TANGERANG, BANTEN

Abstract: Produktivitas tambak idle yang rendah dapat ditingkatkan melalui budidaya polikultur udang windu, ikan (nila atau bandeng) dan rumput laut. Kajian kegiatan polikultur dilakukan di tambak idle di Desa Kronjo Kecamatan Kronjo Kabupaten Tangerang Provinsi Banten. Tambak yang digunakan dalam studi ini mempunyai luasan 4.000 m2. Kegiatan budidaya yang diterapkan adalah: (A) polikultur udang windu, bandeng, dan rumput laut dan (B) polikultur udang windu, nila, dan rumput laut, masing-masing dengan 2 ulangan. Hewan uji adalah udang windu ditebar dengan kepadatan 4 ekor/m2 (40.000 ekor/ha), gelondongan bandeng berukuran panjang 5-10 cm, gelondongan ikan nila berukuran panjang 5-8 cm dengan kepadatan 1.500 ekor (3.750 ekor/ha) dan rumput laut basah 0,2 kg/m2 (2.000 kg/ha). Hasil studi diketahui bahwa produksi yang dihasilkan belum maksimal disebabkan selain kondisi tanah tambak yang tidak bisa dikeringkan secara total dan udang windu terserang penyakit White Spot Syndrome Virus (WSSV). Pada studi ini, A (petak I dan III) memberikan produksi udang windu 87,5-125 kg/ha (rata-rata 106,25 kg/ha), nila 300-312,5 kg/ha (rata-rata 306,25 kg/ha) dan rumput laut 5-6 ton basah (atau 750 kg/ha kering). Sedangkan pada B (petak II dan IV) memberikan produksi udang windu 109-117,5 kg/ha (rata-rata 113,25 kg/ha), bandeng 480-507,5 kg/ha (rata-rata 493,5 kg/ha) dan rumput laut 6,1 ton basah (atau 687,5 kg/ha kering). Analisis ekonomi memberikan hasil bahwa polikultur udang windu, bandeng, dan rumput laut memberikan keuntungan Rp 4.892.500-Rp 5.164.000 per 0,4 ha per siklus (Rp 14.677.500-Rp 15.492.000 per/ha per siklus) dan B/C rasio 2,12-2,18. Hasil tersebut lebih tinggi  ibandingkan polikultur udang windu, nila dan rumput laut yang memberikan keuntungan sebesar Rp 2.792.500-Rp 3.902.500 per 0,4 ha per siklus atau Rp 8.377.500-Rp 11.707.500 per ha per siklus dan B/C rasio 1,64-1,89.
Keywords: polikultur, udang windu, bandeng, nila, rumput laut, Banten
Penulis: Anang Hari Kristanto, Brata Pantjara, Irsyaphiani Insan
Kode Jurnal: jpperikanandd130519

Artikel Terkait :