PERUBAHAN KONSENTRASI HAEMATOLOGI AKIBAT PANEN PARSIAL UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) PADA BUDIDAYA SUPERINTENSIF
Abstract: Budidaya udang
vaname super intensif merupakan salah satu pendukung kegiatan budidaya dalam
upaya pencapaian sasaran produksi udang nasional sekaligus mendorong
berkembangnya kegiatan industrialisasi perikanan budidaya. Panen parsial pada
tambak super intensif merupakan hal yang dapat menimbulkan stres pada udang
budidaya. Profil darah dapat digunakan untuk mengevaluasi respon fisiologi pada
ikan. Respon stres pada hewan dapat dilihat dari perubahan kadar hormon
kortisol, glukosa darah, hemoglobin, dan hematokrit. Sampel hemolim dikoleksi
dari dua petak tambak, dari segmen ke dua abdomen udang menggunakan syringe
volume 1 mL dan jarum berukuran 26 gauge. Sampel hemolim yang terkumpul
kemudian dianalisis untuk perhitungan glukosa hemolim, total haemosit count
(THC), prophenoloksidase, osmolaritas dan tingkat osmotik. Total haemosit yang
diperoleh pada petak A dan B berdasarkan waktu sampling (0, 1, 3, dan 6
jam),cenderung meningkat pada petak A, pada petak B cenderung menurun pada
pengamatan 3 jam setelah panen, tetapi kemudian meningkat lagi. Namun pada
petak A, nilai prophenoloksidasinya lebih rendah dibandingkan pada petak B.
Konsentrasi glukosa hemolim yang diperoleh pada 0, 1, 3, dan 6 jam setelah
panen cenderung meningkat pada petak A dan B, namun mengalami penurunan setelah
6 jam panen. Berdasarkan total haemosit dan konsentrasi glukosa darah, udang
vaname masih dikategorikan dalam kategori stress setelah 6 jam panen parsial
dan dari konsentrasi glukosa darah, udang vaname mengalami stres setelah 3 jam
panen parsial, kemudian mengalami recovery setelah 6 jam panen parsial.
Keywords: udang vaname; stres;
panen parsial
PENULIS: Early Septiningsih,
Bunga Rante Tampangallo, Hidayat Suryanto Suwoyo
Kode Jurnal: jpperikanandd150740