PERTUMBUHAN GELONDONGAN IKAN BANDENG, Chanos chanos DI TAMBAK HASIL SELEKSI DARI LOKASI YANG BERBEDA
ABSTRAK: Upaya pembesaran ikan
bandeng (Chanos chanos) telah dikembangkan di Balai Besar Penelitian dan
Pengembangan Budidaya Laut (BBPPBL) Gondol, Bali. Salah satu faktor yangsangat
berpengaruh dalam kegiatan pembenihan ikan bandeng adalah kualitas induk yang digunakan.
Untuk itu, perlu dilakukan seleksi yang tepat untuk mendapatkan calon induk yang
berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pertumbuhan gelondongan
ikan bandeng di tambak hasil seleksi dari lokasi yang berbeda. Ukuran petak ikan
bandeng dari Aceh: 4.608 m2; padat tebar: 2.600 ekor; ukuran petak ikan bandengdari
Gorontalo: 4.288 m2, padat tebar: 2.575 ekor dan ukuran petak ikan bandeng dari
Bali: 5.760 m2, padat tebar: 2.585 ekor. Selama pemeliharaan dilakukan
pemupukan untuk menumbuhkan klekap. Hewan uji berupa gelondongan ikan bandeng
hasil seleksi pemeliharaan dari Aceh dengan panjang total awal: 26,03 ± 1,77
cm, bobot badan awal: 154,9 ± 28,14 g; Gorontalo: panjang total awal: 26,31 ±
1,83 cm; bobot badan awal: 140 ± 23,40 g dan Bali: panjang total awal: 24,73 ±
2,41 cm; bobot badan awal: 142 ± 24,19 g. Pakan pelet yang diberikan selama
pemeliharaan sebanyak 3% dengan frekuensipemberian 2 kali/hari. Pengamatan
pertumbuhan dilakukan tiap bulan sekali, parameter yang diamati panjang total
dan bobot badan. Hasil akhir penelitian menunjukkan bahwa gelondongan ikan
bandeng dari Bali memiliki pertumbuhan yang paling baik yakni: panjang total:
44,73 ± 3,22 cm; bobot badan: 889,64 ± 180,22 g. Sedangkan yang dariAceh dan
Gorontalo pertumbuhannya hampir seimbang yakni Aceh: panjang total: 39,33± 3,15
cm; bobot badan: 653 ± 155,27 g dan Gorontalo: panjang total: 41,05 ± 2,85 cm; bobot
badan: 632,73 ± 101,24 g.
KATA KUNCI: Chanos chanos,
pertumbuhan, seleksi
Penulis: Sunarto dan Husen
Husaeni
Kode Jurnal: jpperikanandd140515