PERFORMANSI NILA SRIKANDI DAN NILA MERAH DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI UDANG WINDU SISTEM POLIKULTUR DI TAMBAK MARGINAL
Abstract: Budidaya sistem
polikultur sudah lama dikenal oleh pembudidaya tradisional, namun masih
terbatas pada dua komoditas polikultur yaitu udang windu dan bandeng. Sistim
polikultur ini menggunakan nila srikandi atau nila merah untuk memanfaatkan
potensi sumberdaya lahan marginal secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah
melihat performansi (sinergitas) kedua jenis nila dalam meningkatkan produksi
udang windu dengan sistim polikultur pada kondisi musim hujan di lahan
marginal. Di samping itu. memanfaatkan potensi sumberdaya secara optimal
sehingga dapat meningkatkan produktivitas tambak marginal (TSM dan tanah gambut).
Kegiatan ini dilakukan di tambak pembudidaya di kabupaten Luwu Timur,
menggunakan 2 petak tambak berukuran masing masing 1,0 ha pada musim hujan,
dengan perlakuan polikultur udang windu dan bandeng dengan jenis nila yang
berbeda yaitu perlakuan polikultur A:
udang windu: 30.000 ekor/ha, bandeng 1500 ekor/ha, nila srikandi: 1500 ekor/ha,
dan polikultur B udang windu: 30.000 ekor/ha, bandeng 1500 ekor/ha, nila merah:
1500 ekor/ha, setiap perlakuan tanpa ulangan. Waktu pemeliharaan ± 90 hari.
Hasil polikultur dengan nila srikandi (A) diperoleh produksi udang windu (286,0
kg/ha/musim) lebih tinggi dibandingkan dengan produksi udang windu (208,5
kg/ha/musim) yang dipolikultur dengan
nila merah (B). Demikian pula produksi nila srikandi (310 kg/ha/musim) lebih tinggi
dibanding produksi nila merah (236 kg/ha/musim). Komoditas bandeng hanya
digunakan sebagai kontrol biologis ke-2 polikultur dengan produksi (A):189,5
kg/ha/musim dan (B):240,5 kg/ha/musim (1 tahun= 2 musim). Peubah mutu air
umumnya masih layak untuk budidaya kecuali salinitas, alkalinitas sangat rendah
dan BOT yang cukup tinggi karena tanah sulfat masam (lahan marginal).
Polikultur dengan nila srikandi memberikan performan yang lebih baik untuk
meningkatkan produksi udang windu dibandingkan dengan nila merah, pada kondisi
salinitas rendah Namun produksi udang windu ke 2 polikultur ini lebih tinggi
dibandingkan dengan kondisi existing produksi udang windu rata rata baru
mencapai 128 kg/ha/tahun.
Keywords: polikultur; udang
windu; nila srikandi; nila merah; bandeng
Penulis: Markus Mangampa
Kode Jurnal: jpperikanandd150690