PERFORMA LARVA UDANG WINDU, Penaeus monodon TRANSGENIK DAN TANPA TRANSGENIK PMAV PASCA UJI VITALITAS DAN MORFOLOGI
Abstract: Aplikasi transgenik
pada larva udang windu, Penaeus monodon diharapkan dapat memperbaiki
karakterkarakter yang berguna bagi akuakultur seperti peningkatan laju
pertumbuhan dan daya tahan tubuh udang terhadap penyakit. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas larva udang windu hasil
transgenik pmAV dan tanpa transgenik pmAV. Perlakuan yang diujicobakan adalah
(1) larva udang windu transgenik pmAV, (2) larva udang windu tanpa transgenik
pmAV (kontrol positif), dan (3) larva udang windu tanpa transgenik pmAV+larutan
transgenik (kontrol negatif). Setelah mencapai stadia PL-12, larva tersebut
diuji vitalitas dengan: a) uji pengeringan larva (3, 6, dan 9 menit), b) uji
perendaman larva dalam air tawar (5, 10, dan 15 menit), dan c) uji perendaman
larva dalam formalin (150, 175, dan 200 mg/ L masing-masing selama 30 menit).
Pengamatan secara morfologi dilakukan pada bagian-bagian antenulla, hepato
pankreas, usus, midgut, uropoda, otot ekor, khromatopor, penempelan, dan
kondisi larva dengan menggunakan mikrosokop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pada uji pengeringan larva (3 dan 6 menit), persentase larva normal tertinggi
didapatkan pada larva udang transgenik pmAV, menyusul larva udang tanpa
transgenik pmAV, dan terendah larva udang tanpa pmAV + tanpa larutan
transgenik, namun uji pengeringan larva selama 9 menit diperoleh persentase
larva normal tertinggi pada larva transgenik pmAV, disusul larva tanpa
transgenik pmAV + larutan transgenik, dan terendah larva tanpa trasngenik pmAV.
Pada uji perendaman larva dalam air tawar diperoleh persentase larva normal
tertinggi pada larva udang windu transgenik pmAV, disusul larva udang windu
tanpa transgenik pmAV + larutan transgenik, dan terendah larva udang tanpa
transgenik pmAV. Pada uji perendaman larva dalam formalin menghasilkan
persentase larva normal udang transgenik pmAV lebih tinggi daripada persentase
larva normal kedua larva tanpa transgenik pmAV (larva udang tanpa transgenik
pmAV dan larva udang tanpa transgenik pmAV + larutan transgenik), tetapi antar
kedua perlakuan menghasilkan persentase larva normal yang relatif sama.
Pengamatan morfologi larva menunjukkan nilai performa tertinggi didapatkan pada
larva udang transgenik pmAV (91) disusul larva tanpa transgenik pmAV + larutan
transgenik (87,0), dan terendah larva udang tanpa transgenik pmAV (79,5). Hasil
penelitian ini mengindikasikan bahwa larva udang windu hasil transgenik pmAV
menghasilkan performa larva (PL-12) lebih baik daripada performa larva udang
tanpa transgenik pmAV dan larva udang tanpa transgenik pmAV + larutan
transgenik.
Keywords: performa; vitalitas;
morfologi; larva udang windu transgenic
Penulis: Samuel Lante, Andi
Tenriulo, Andi Parenrengi
Kode Jurnal: jpperikanandd150631