PENILAIAN KESIAPAN MALUKU SEBAGAI LUMBUNG IKAN NASIONAL
ABSTRACT: Maluku merupakan
propinsi kepulauan dengan potensi sumberdaya perikanan tangkap yang besar.
Potensi tersebut meliputi kelompok jenis ikan pelagis besar seperti tuna dan cakalang,
pelagis kecil, demersal, udang, cumi-cumi dan ikan karang. Hal tersebut
mendorong pemerintah menjadikan wilayah Maluku menjadi lumbung ikan nasional
(M-LIN). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status kesiapan Maluku
sebagai lumbung ikan nasional. Metode analisis yang digunakan adalah Multi
Dimensional Scaling (MDS) dala bentuk RAP-MLIN (Rapid Appraisal for Maluku as
‘Lumbung Ikan Nasional’) yang merupakan modifikasi dari software RAPFISH (Rapid
Appraisal for Fisheries). Hasil analisisnya dinyatakan dalam bentuk indeks dan
kesiapan program tersebut. Analisis leverage dan Monte-Carlo digunakan untuk
mengetahui faktor pengungkit yang merupakan atribut-atribut yang sensitif
terhadap indeks dan status kesiapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada
dimensi ekologi statusnya cukup siap (50,33%), dimensi ekonomi cukup siap
(67,62%), dimensi sosial siap (92,37%), dimensi teknologi siap (99,90%),
dimensi infrastruktur cukup siap (70,56%), dan dimensi kelembagaan dan
kebijakan siap (86,26%). Dari 47 atribut yang dianalisis, terdapat 18 atribut
yang merupakan faktor pengungkit terhadap indeks dan status kesiapan, sehingga
perlu dilakukan upaya perbaikan atau intervensi terhadap atribut-atribut
tersebut. Dengan melakukan intervensi terhadap 18 faktor tersebut diharapkan
dapat meningkatkan status kesiapan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional ke
tingkat yang lebih siap.
KEYWORDS: indeks kesiapan;
status kesiapan; perikanan tangkap; Maluku; Lumbung Ikan Nasional
Penulis: Siti Hajar Suryawati,
Tajerin
Kode Jurnal: jpperikanandd150590