Pengaruh Kadar Protein Pakan terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Udang Windu, Penaeus monodon Fab.Transveksi
Abstract: Udang windu
transveksi merupakan udang yang menggunakan teknologi transgenetik dimana suatu
teknologi rekayasa gen dengan mengintroduksikan satu atau lebih Deoxyribo
Nucleic Acid (DNA) asing ke dalam tubuh udang dengan maksud memanipulasi
genotipenya ke arah yang lebih baik dan selanjutnya di transmisikan ke
keturunannya. Aplikasi transfeksi pada udang diharapkan dapat memperbaiki
karakterkarakter yang berguna bagi akuakultur seperti peningkatan laju
pertumbuhan dan daya tahan tubuh udang terhadap penyakit. Namun demikian,
domestikasi udang windu transveksi dengan menggunakan pakan komersial selama
ini memberikan pertumbuhan udang yang relatif lambat. Pertumbuhan udang
yangrelatif lambat diduga salah satu penyebabnya adalah kebutuhan protein dalam
pakan yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kadar
protein yang baik untuk mendukung pertumbuhan dan sintasan udang windu
transveksi. Perlakuan yang diterapkan adalah kadar protein yang berbeda yaitu:
30%, 40%, dan 50% protein dalam pakan. Penelitian didesain dengan menggunakan
rancangan acak kelompok yang terdiri dari 3 perlakuan dan 2 ulangan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kadar 40% protein dalam pakan memberikan efi
siensi protein tertinggi dan berbeda nyata (P<0,05) dengan kadar 30% protein
dalam pakan, namun keduanya tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan kadar 50%
proteindalam pakan. Pada kadar 30% dan 40% protein dalam pakan menghasilkan
sintasan yang tidak berbeda nyata (P>0,05), namun keduanya berbeda nyata
(P<0,05) dengan sintasan udang windu yang diberi 50% protein dalam pakan.
Laju pertumbuhan spesifi k udang pada ketiga perlakuan tidak menunjukkan
perbedaan yang nyata (P>0,05). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa
dengan kadar 40% protein dalam pakan menghasilkan efi siensi protein dan
sintasan yang baik pada udang windu transveksi selama 81 hari pemeliharaan
dalam bak resirkulasi.Udang windu transveksi merupakan udang yang menggunakan
teknologi transgenetik dimana suatuteknologi rekayasa gen dengan
mengintroduksikan satu atau lebih Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) asing kedalam
tubuh udang dengan maksud memanipulasi genotipenya ke arah yang lebih baik dan
selanjutnyadi transmisikan ke keturunannya. Aplikasi transfeksi pada udang
diharapkan dapat memperbaiki karakterkarakteryang berguna bagi akuakultur
seperti peningkatan laju pertumbuhan dan daya tahan tubuh udangterhadap
penyakit. Namun demikian, domestikasi udang windu transveksi dengan menggunakan
pakankomersial selama ini memberikan pertumbuhan udang yang relatif lambat. Pertumbuhan
udang yangrelatif lambat diduga salah satu penyebabnya adalah kebutuhan protein
dalam pakan yang belum optimal.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kadar
protein yang baik untuk mendukung pertumbuhan dansintasan udang windu
transveksi. Perlakuan yang diterapkan adalah kadar protein yang berbeda
yaitu:30%, 40%, dan 50% protein dalam pakan. Penelitian didesain dengan
menggunakan rancangan acakkelompok yang terdiri dari 3 perlakuan dan 2 ulangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar 40%protein dalam pakan memberikan efi
siensi protein tertinggi dan berbeda nyata (P<0,05) dengan kadar30% protein
dalam pakan, namun keduanya tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan kadar 50%
proteindalam pakan. Pada kadar 30% dan 40% protein dalam pakan menghasilkan sintasan
yang tidak berbedanyata (P>0,05), namun keduanya berbeda nyata (P<0,05)
dengan sintasan udang windu yang diberi50% protein dalam pakan. Laju
pertumbuhan spesifi k udang pada ketiga perlakuan tidak menunjukkanperbedaan
yang nyata (P>0,05). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa dengan kadar
40% proteindalam pakan menghasilkan efi siensi protein dan sintasan yang baik
pada udang windu transveksi selama81 hari pemeliharaan dalam bak resirkulasi.
Keywords: efi siensi protein,
pertumbuhan, sintasan, udang windu transveksi
Penulis: Samuel Lante, Usman,
Asda Laining
Kode Jurnal: jpperikanandd150793