PEMAPARAN INSEKTISIDA ENDOSULFAN PADA KONSENTRASI SUBLETAL TERHADAP KONDISI HEMATOLOGIS DAN HISTOLOGIS IKAN MAS (Cyprinus carpio)
Abstract: Endosulfan merupakan
insektisida golongan organoklorin non-sistemik yang banyak digunakan di bidang
pertanian, khususnya di negara-negara berkembang termasuk di Indonesia.
Insektisida ini bersifat sangat toksik terhadap organisme akuatik termasuk
ikan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi hematologis dan histologis
insang dan hati ikan mas (Cyprinus carpio) yang terpapar insektisida
endosulfan. Sebagai perlakuan digunakan konsentrasi subletal endosulfan, yaitu:
A) 0,00 μg/L; B) 0,24 μg/L; C) 0,73 μg/L; dan D) 1,21 μg/L. Hewan uji adalah
ikan mas dengan bobot rata-rata 0,81±0,098 g/ekor. Wadah uji berupa akuarium
kaca 70 cm x 50 cm x 60 cm berisi 150 liter air. Waktu pemaparan selama 12
minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa endosulfan berpengaruh nyata
terhadap kondisi hematologis seperti hematokrit, hemoglobin, eritrosit, dan
leukosit pada setiap perlakuan (P<0,05). Hematokrit dan hemoglobin semakin
meningkat sejalan dengan peningkatan konsentrasi endosulfan, sedangkan eritrosit
dan leukosit mengalami penurunan. Hasil histologi insang menunjukkan bahwa
semakin tinggi konsentrasi endosulfan maka kerusakan insang semakin meningkat,
seperti hiperflasia lamella epithelium, degenerasi sel epithelium, pendarahan,
vakuolasi, nekrosis, dan ploriferasi sel tulang rawan. Kerusakan pada hati yang
dijumpai, yaitu dilatasi sinusoid, vakuolasi, degenerasi hepatosit, piknosis,
ploriferasi hepatosit, dan nekrosis. Kerusakan jaringan hati semakin meningkat
seiring dengan peningkatan konsentrasi endosulfan dalam air. Berdasarkan hasil
penelitian sekarang insektisida endosulfan menyebabkan kerusakan jaringan organ
filamen insang dan hati, serta ikan menjadi tidak sehat dengan aktivitas
berenang menjadi abnormal dan kehilangan keseimbangan.
Keywords: endosulfan,
hematologis, histologis, common carp
Penulis: Imam Taufik, Eri
Setiadi
Kode Jurnal: jpperikanandd150364