KERAGAAN PERTUMBUHAN DAN VARIASI GENETIK ABALON Haliotis squamata Reeve (1846) HASIL SELEKSI F-1
Abstract: Produksi benih
abalon Haliotis squamata skala massal di hatcheri telah berhasil dilakukan di
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Gondol, Bali.
Permasalahan utama dalam budidaya abalon adalah pertumbuhan yang lambat.
Keadaan tersebut diduga karena pengaruh faktor genetik dan lingkungan.
Penelitian ini bertujuan mengetahui keragaan pertumbuhan dan variasi genetik
abalon tumbuh cepat hasil seleksi individu. Hasil penelitian ini diketahui
bahwa pembentukan populasi F-1 mempunyai pertumbuhan yang lebih baik dengan F-1
kontrol. Peningkatan bobot yang dicapai 22,15 g atau 17,93% lebih baik
dibandingkan F-1 kontrol. Keragaman genetik F-1 terseleksi yang ditunjukkan
dari nilai heterozigositas adalah (Ho. 0,023) terjadi penurunan 21,7% jika
dibandingkan F-0. Hal ini dapat terjadi karena hilangnya beberapa allele dalam
proses seleksi. Terdapat hubungan antara jumlah heterozigot pada lokus tertentu
dengan pertumbuhan abalon. Hasil ini diharapkan dapat mendukung upaya
meningkatkan produksi benih yang mempunyai performa fenotipe dan genotipe
unggul sehingga dapat mendukung kegiatan budidaya abalon yang berkelanjutan.
Keywords: variasi genetik;
seleksi; tumbuh cepat; abalone
Penulis: Gusti Ngurah Permana,
Ibnu Rusdi, Fitri Husnul Khotimah, Sari Budi Moria Sembiring, Haryanti
Kode Jurnal: jpperikanandd150472