KELAYAKAN REKAYASA TAMBAK SILVOFISHERY DI KECAMATAN BLANAKAN KABUPATEN SUBANG PROVINSI JAWA BARAT
Abstract: Di Indonesia,
silvofishery diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif terbaik untuk
mencapai pengelolaan ekosistem mangrove dan tambak ekstensif secara optimal dan
berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi status kelayakan
rekayasa tambak silvofishery di Desa Jayamukti Kecamatan Blanakan Kabupaten
Subang Provinsi Jawa Barat. Evaluasi dilakukan dengan menerapkan metode survai
tingkat detail yang berbasis sistem informasi geografis (SIG) dan memanfaatkan
citra satelit worldview-2. Survai lapang meliputi pengambilan contoh tanah,
pengukuran elevasi lahan tambak, pengukuran pasang surut, dan pengukuran
kualitas air secara insitu. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa kondisi rekayasa
tambak eksisting dapat berpengaruh langsung maupun tidak langsung pada
produktivitas dan keberlanjutan tambak silvofishery di lokasi studi.
Ketidaksesuaian lebar dan kedalaman saluran dengan kondisi tunggang pasut lokal
(< 1 m) menyebabkan tidak efektifnya fungsi saluran dalam menyediakan
kuantitas dan kualitas air yang optimal untuk kegiatan budidaya. Selanjutnya
penelitian ini juga menemukan ketinggian pematang primer dan sekunder eksisting
umumnya lebih rendah dibandingkan ketinggian pematang ideal dengan selisih
rata-rata masing-masing -0,68 m hingga -0,56 m. Nilai salinitas air dengan
kisaran 7-65 ppt juga merupakan faktor pembatas utama produktivitas lahan.
Nilai salinitas air tambak yang tinggi berkaitan erat dengan variasi spasial
elevasi dasar tambak dan penurunan efektivitas fungsi saluran tambak akibat
sedimentasi. Jika faktor pembatas lingkungan dan ketidaksesuaian rekayasa
tambak tersebut tidak ditangani dengan baik tentunya akan mengancam
keberlanjutan kegiatan budidaya berbasis silvofishery di lokasi penelitian.
Keywords: silvofishery;
rekayasa tambak; kualitas lingkungan; SIG; Kabupaten Subang
Penulis: Tarunamulia, Akhmad
Mustafa, Hasnawi, Kamariah
Kode Jurnal: jpperikanandd150480