KARAKTERISASI LIMBAH SEDIMEN TAMBAK UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) SUPER INTENSIF DENGAN KEPADATAN BERBEDA
Abstract: Budidaya udang
vaname superintensif dengan padat penebaran tinggi memberikan konsekuensi pada
beban limbah sebagai hasil samping kegiatan budidaya yang dapat mempengaruhi
kelayakan habitat udang serta lingkungan hidup perikanan. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui karakteristik limbah sedimen tambak pada budidaya udang vaname
pola super-intensif. Pengamatan Laju sedimentasi dan karakterisasi sedimen
dilakukan pada tambak beton berukuran 1000 m2 sebanyak tiga petak yang ditebari
dengan benur vaname (L. vannamei) ukuran PL-10 dengan padat tebar 750 ekor/m2
(A) 1.000 ekor/m2; (B) dan 1.250 ekor/ m2 ; (C) Sumber oksigen menggunakan
kincir air 1 PK dan Ring blower 5,5 Kw 3 inchi sebagai aerasi dasar . Pakan
diberikan dimulai setelah penebaran
sebanyak 300% dari biomasa dan menurun pada bulan keempat pemeliharaan hingga 2
% dari berat total biomasa udang. Lama pemeliharaan 105 hari. Pengukuran laju sedimentasi di dasar tambak dilakukan
dengan memasang perangkap sedimen yang terbuat dari pipa paralon berukuran 4
inchi dengan panjang 40 cm, dipasang
sebanyak 5 titik untuk setiap petaknya. Koleksi sedimen dilakukan setiap
minggu. Karakterisasi sedimen yang
diukur adalah pH, potensial redoks, Bahan organik total, C-organik (%), TN (%)
dan TP (%). Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif dengan bantuan
tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jumlah sedimen yang dihasilkan
seiring dengan peningkatan padat penebaran. Jumlah sedimen tertinggi terjadi
pada petak C sebesar 21,9 ton diikuti petak B dan A masing-masing 20,3 dan 18,2
ton. Karakteristik sedimen pada ketiga petak tambak yang diamati yakni nilai pH
sedimen berkisar antara 5,76-6,43; potensial redoks berkisar antara -393,8
sampai -311,8 mV; kandungan C-organik berkisar 6,98-13,89%; bahan organik
berkisar antara 12,0324,10%; Total N sedimen berkisar antara 0,93-2,35%; dan
Total P berkisar antara 0,57-2,11%.
Keywords: karakteristik
sedimen; limbah; super-intensif; L. vannamei
Penulis: Hidayat Suryanto
Suwoyo, Suwardi Tahe, Mat Fahrur
Kode Jurnal: jpperikanandd150714