KARAKTERISASI FENOTIPE CALON INDUK ABALON (Haliotis squamata) HASIL PERSILANGAN INTRASPESIES
Abstract: Persilangan abalon
intraspesies diharapkan dapat meningkatkan tingkat keragaman genetik populasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter fenotipe calon induk abalon
(Haliotis squamata) hasil persilangan intraspesies. Penelitian dilakukan di
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut, Gondol, Bali menggunakan
calon induk abalon hasil persilangan f Bali x m
Bali, f Bali x m Banten dan f
Banten x m Banten. Wadah penelitian
adalah keranjang berlubang ukuran 58 cm x 39 cm x 31 cm dan diletakkan dalam
bak fiberglass berukuran 85 cm x 270 cm x 45 cm dengan padat tebar 15 ekor. Pemeliharaan
calon induk selama 270 hari. Parameter yang diukur adalah pertambahan berat,
panjang, laju pertumbuhan spesifik (SGR), kelangsungan hidup (SR), Indeks
gonado somatikabalon, karakterisasi fenotipe serta kualitas air. Analisis data
dengan analisis varian (ANOVA) dan apabila terdapat perbedaan dilanjutkan
dengan uji Tukey. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa persilangan f Bali x
m Banten berbeda nyata (P<0,05)
terhadap pertumbuhan mutlak panjang cangkang dan bobot tubuh calon induk abalon
pada akhir penelitian. Abalon hasil persilangan f Bali x m Banten mempunyai laju pertumbuhan spesifik
yang paling baik (0,49 ±0,03%), tingkat kelangsungan hidup sebesar 87,±1,11%,
indeks gonado somatik tertinggi yaitu 0,32±0,02% dibandingkan persilangan antar
tetuanya. Semua karakter morfometrik calon induk abalon H. squamata hasil
persilangan f Bali x m Banten
menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05) dengan karakter morfometrik calon
induk abalon H. squamata hasil persilangan f Bali x m Bali dengan f Banten x m Banten.
Keywords: fenotipe; calon
induk; abalon; Bali; Banten
Penulis: Fitriyah Husnul
Khotimah, Gusti Ngurah Permana, Ibnu Rusdi, Bambang Susanto, Rudhy Gustiano
Kode Jurnal: jpperikanandd150628