HUBUNGAN ANTARA KEBERADAAN GEN MAJOR HISTOCOMPATIBILITY COMPLEX CLASS II (MHC-II), KETAHANAN TERHADAP PENYAKIT, DAN PERTUMBUHAN PADA POPULASI IKAN MAS STRAIN RAJADANU
Abstract: Pengembangan
budidaya ikan mas di Indonesia mengalami kendala serius sejak timbulnya
penyakit koi herpes virus (KHV) pada tahun 2002. Salah satu pendekatan yang
dipakai dalam rangka mengantisipasi penyakit tersebut adalah perbaikan mutu
genetik untuk mendapatkan varietas unggul ikan mas tahan KHV melalui seleksi
berbantuan marka molekuler (MAS; Marker Assisted selection). Keberadaan gen
Major Histocompatibility Complex Class II (MHC-II) diduga berkaitan erat dengan
peningkatan daya tahan tubuh ikan mas terhadap penyakit. Di sisi lain, populasi
ikan dengan daya tahan terhadap penyakit yang tinggi diduga mempunyai laju
pertumbuhan lebih lambat. Penelitian ini bertujuan mengetahui empat hal, yaitu
(1) transmisi gen MHC-II dari induk ke anakannya, (2) hubungan antara
keberadaan gen MHC-II dengan daya tahan terhadap penyakit, (3) hubungan antara
daya tahan terhadap penyakit dengan pertumbuhan, serta (4) pengaruh keberadaan
gen MHC-II pada ikan mas terhadap performa benih di lingkungan budidaya. Benih
uji diperoleh dari pemijahan induk jantan dan betina ikan mas strain Rajadanu
positif MHC-II, serta induk jantan dan betina negatif MHC-II. Analisis gen
MHC-II dilakukan menggunakan mesin PCR, analisis daya tahan terhadap penyakit
melalui uji tantang secara kohabitasi, dan analisis hubungan daya tahan dengan
pertumbuhan dilakukan di kolam air deras di daerah endemik KHV, yaitu di
Subang, Jawa Barat selama tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
populasi ikan mas hasil pemijahan induk jantan dan betina positif MHC-II
mempunyai persentase MHC-II sebesar 90%, lebih banyak dibanding populasi hasil
pemijahan induk jantan dan betina negatif MHC-II sebesar 40%. Berdasarkan uji
tantang, populasi positif MHC-II mempunyai daya tahan terhadap infeksi KHV
8,95% lebih tinggi dibanding populasi negatif MHC-II. Hasil pengujian secara
lapang di daerah endemik KHV juga menunjukkan pola hasil yang sama, yaitu
populasi positif MHC-II mempunyai sintasan 41,61% lebih baik dibanding populasi
negatif MHC-II. Analisis hubungan antara keberadaan gen MHC-II sebagai indikasi
ketahanan terhadap penyakit khususnya KHV dengan pertumbuhan di kolam air
tenang maupun kolam air deras menunjukkan bahwa populasi ikan mas Rajadanu
dengan persentase MHC-II lebih tinggi mempunyai sintasan lebih tinggi tetapi
mempunyai laju pertumbuhan lebih lambat.
Keywords: ikan mas; gen MHC;
ketahanan terhadap KHV; pertumbuhan
Penulis: Didik Ariyanto, Erma
Primanita Hayuningtyas, Khairul Syahputra
Kode Jurnal: jpperikanandd150469