EVALUASI BAHAN BAKU PAKAN DAN PENGEMBANGAN PAKAN BUATAN UNTUK BUDIDAYA PEMBESARAN ABALON (Haliotis squamata)
Abstract: Abalon merupakan
salah satu jenis moluska laut yang memiliki nilai ekonomis penting dan spesies
unggulan untuk budidaya di Indonesia. Keberhasilan budidaya abalon ditentukan
oleh ketersediaan benih yang memadai. Selain itu, ketersediaan pakan yang baik
juga berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan abalon. Efektivitas pakan buatan
untuk pembesaran abalon dipengaruhi oleh bahan baku yang digunakan. Untuk itu,
penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi dasar tentang bahan baku untuk
pengembangan pakan buatan dan respons pertumbuhan abalon H. squamata terhadap
pakan buatan. Bahan baku pakan dikoleksi, dianalisis komposisi nutriennya yang
meliputi komposisi proksimat, asam amino, dan asam lemaknya. Percobaan aplikasi
pakan buatan berbahan baku rumput laut dilakukan di Laboratorium Pakan, Balai
Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut, Gondol. Empat pakan percobaan
dengan kombinasi tepung rumput laut berbeda dibuat dalam bentuk pelet kering.
Sebagai pakan kontrol digunakan Gracilaria sp. segar dari tambak. Benih abalon
ukuran bobot rata-rata 3,07±1,11 g dengan panjang cangkang 2,79 ±0,27 cm
dipelihara dalam bak beton ukuran 2 m x 0,5 m x 0,5 m dengan kepadatan 400
ekor/bak. Bak dilengkapi dengan sistem air mengalir dan aerasi. Abalon diberi
pakan percobaan dua kali sehari, pagi, dan sore hari. Percobaan dirancang
dengan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan untuk
setiap perlakuan. Pada penelitian ini diperoleh empat jenis rumput laut yang
potensial dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan abalon H. squamata. Hasil
uji pakan menunjukkan bahwa pakan dari campuran tepung rumput laut Gracilaria
sp. tambak dengan Ulva sp. (2:1) atau campuran Gracilaria sp. tambak dengan
Sargassum sp. (2,3:1) memberikan respons pertumbuhan abalon H. squamata yang
baik.
Keywords: abalon; pembesaran;
bahan baku; pengembangan pakan
Penulis: Nyoman Adiasmara
Giri, Muhammad Marzuqi, Ni Wayan Widya Astuti, Wawan Andriyanto, Ibnu Rusdi,
Retno Andamari
Kode Jurnal: jpperikanandd150426