EFEK PEMUASAAN DAN PERTUMBUHAN KOMPENSASI PADA BENIH IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus)
Abstract: Ikan baung
(Hemibagrus nemurus) merupakan salah satu ikan perairan umum yang bernilai
ekonomi cukup baik. Berdasarkan informasi potensi tersebut, budidaya ikan baung
perlu terus dikembangkan. Permasalahan yang sering muncul pada usaha budidaya
ikan baung yakni biaya pakan buatan (pellet). Biaya untuk pakan buatan sangat
mahal, sehingga dalam kegiatan budidaya ikan baung harus diperhatikan teknik
pemberian pakannya. Metode untuk menurunkan biaya pakan adalah dengan cara
pemberian pakan yang efektif. Salah satunya adalah dengan cara pemuasaan pakan.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek dari pemuasaan dan pertumbuhan
kompensasi serta sintasan pada benih ikan baung. Penelitian menggunakan
rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan (A: 1 hari puasa 1 hari
diberi pakan, B: 2 hari puasa 1 hari diberi pakan, dan C: kontrol (tiap hari
diberi pakan)) dan 3 kali ulangan. Parameter yang dianalisis adalah pertumbuhan
panjang mutlak, pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan harian dan sintasan.
Hasil penelitian menunjukkan benih ikan baung kontrol memiliki pertumbuhan
panjang mutlak tertinggi (1,17 ± 0,35 cm). Untuk pertumbuhan bobot mutlak ikan
baung tertinggi didapatkan pada perlakuan B. Laju pertumbuhan harian tertinggi
diperoleh pada perlakuan B (0,95 ± 0,34%) dan berbeda nyata (P<0,05) dengan
perlakuan lainnya. Hasil pengujian menunjukkan perlakuan kontrol memiliki kelangsungan
hidup yang berbeda nyata dengan perlakuan lain, dengan nilai 91,11 ± 3,05%.
Benih ikan baung tidak dapat mencapai pertumbuhan kompensasi meskipun telah
dipuasakan dalam waktu yang sangat singkat (1-2 hari). Pemuasaan juga berakibat
pada semakin rendahnya tingkat kelangsungan hidup benih ikan baung akibat
kanibalisme.
Keywords: Hemibagrus nemurus;
pemuasaan; pertumbuhan; sintasan
Penulis: Wahyulia Cahyanti,
Vitas Atmadi Prakoso, Jojo Subagja, Anang Hari Kristanto
Kode Jurnal: jpperikanandd150523