DETEKSI PERUBAHAN GARIS PANTAI DI KABUPATEN JEMBRANA BALI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH

ABSTRACT: Perubahan garis pantai pada suatu wilayah  disebabkan faktor alamiah (arus, gelombang, badai, kenaikan muka air laut, jenis material pantai) dan atau faktor non alamiah (aktifitas manusia seperti penambangan pasir, reklamasi, perubahan penggunaan lahan). Deteksi perubahan garis pantai di Kabupaten Jembrana dilakukan menggunakan pendekatan penginderaan jauh yaitu menggunakan data citra Satelit Landsat dengan pathrow 117/66 pada tanggal akuisisi 17 Juli 1994 dan 17 Desember 2012. Garis pantai diekstrak dengan menggunakan band near infra merah (band 5) yang mempunyai karakteristik reflektan mendekati nol pada perairan, bahkan pada perairan yang keruh sekalipun. Penetapan garis pantai dilakukan dengan menggunakan metode visual dan on screen digitized mengingat daerah studi yang tidak terlalu luas. Selanjutnya dilakukan tumpang susun (overlay) antara data Landsat tahun 1994 dan 2012 pada perangkat lunak sistem informasi geografi untuk diketahui daerah-daerah yang mengalami abrasi dan sedimentasi pada periode waktu 1994 hingga 2012. Hasil analisis menunjukkan perubahan garis pantai yang disebabkan abrasi seluas 673.600 m2 dengan luasan terbesar terjadi di Desa Perancak seluas sekitar 228.500 m2, sedangkan perubahan garis pantai yang disebabkan oleh sedimentasi seluas 851.500 m2 dengan luasan terbesar terjadi di Desa Pengambengan seluas sekitar 544.100 m2.
KEYWORDS: perubahan garis pantai; Landsat; abrasi; sedimentasi; coastline change; Landsat; abrasion; sedimentation
Penulis: Komang Iwan Suniada
Kode Jurnal: jpperikanandd150327

Artikel Terkait :